Ekonomi

Wall Street dan Minyak Jatuh, Perusahaan Asia akan Tertekan

INDOPOSCO.ID – Pasar saham Asia diperkirakan bakal mengikuti Wall Street yang bergerak lebih rendah pada perdagangan Rabu (24/3/2021), karena biaya stimulus dan rencana infrastruktur AS serta pembatasan pandemi baru membatasi minat investor terhadap aset-aset berisiko.

Seperti dilansir Antara, indeks berjangka Hang Seng Hong Kong turun 0,2 persen, indeks berjangka Nikkei Jepang turun 0,6 persen dan indeks berjanga saham Australia diperdagangkan tidak berubah.

Saham-saham kapitalisasi kecil, energi dan ekuitas internasional jatuh pada Selasa (23/3/2021).

Di Wall Street, indeks Dow Jones Industrial Average turun 308,05 poin atau 0,94 persen menjadi 32.423,15 poin, S&P 500 kehilangan 30,07 poin atau 0,76 persen menjadi 3.910,52 poin dan Nasdaq turun 149,85 poin atau 1,12 persen menjadi 13.227,70 poin.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang dijadikan acuan turun menjadi 1,6153 persen dari 1,682 persen pada Senin sore (22/3/2021) setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell dan Menteri Keuangan Janet Yellen berbicara kepada Kongres.

Powell meremehkan risiko inflasi. Yellen mengatakan ekonomi AS tetap berisiko saat dia menjawab pertanyaan anggota parlemen tentang kemungkinan infrastruktur dan rencana kenaikan pajak yang sedang dipertimbangkan.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button