Megapolitan

Visi Polri Presisi Harus Dievaluasi, Kapolri Didesak Copot Kapolres Tangerang Kota

INDOPOSCO.ID – Media sosial kembali menjadi sarana yang menunjukkan wajah buruk kinerja aparat kepolisian. Baru-baru ini, publik dikejutkan dengan tindakan oknum anggota kepolisian yang tidak sesuai dengan konsep Presisi.

Dalam video yang telah beredar luas terkait demonstrasi terjadi di depan kantor Bupati Tangerang, Provinsi Banten yang memperlihatkan oknum aparat kepolisian membanting salah seorang massa aksi. Akibat dari bantingan, korban mengalami kejang-kejang dan kehilangan kesadaran.

Peneliti Hak Asasi Manusia (HAM) dan Sektor Keamanan SETARA Institute, Ikhsan Yosarie mengatakan, massa demonstrasi yang seharusnya dilindungi hak-hak konstitusionalnya dalam menyampaikan pendapat dan berekspresi, justru disambut bantingan dan dugaan tindakan kekerasan lainnya oleh aparat di lapangan.

Dengan kejadian itu, kata dia, SETARA Institute berpandangan bahwa tindakan kekerasan, dalam kasus yang baru terjadi berupa bantingan, yang dilakukan oleh aparat Kepolisian terhadap massa aksi, jelas tidak dapat dibenarkan dan tidak boleh ditolerir.

“Tindakan aparat yang demikian jelas mencerminkan dehumanisasi terhadap massa demonstrasi yang hak-haknya di jamin konstitusi,” katanya, Kamis (14/10/2021).

Ia menyebutkan, tindakan aparat yang membanting salah satu peserta aksi demonstrasi tersebut tentu hanya salah satu contoh pelbagai tindak kekerasan aparat dalam setiap penanganan demonstrasi.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button