Internasional

Vaksin ‘Menghilang’ di Dataran Tinggi Bolivia

INDOPOSCO.ID – Di dataran tinggi Uru Chipaya, Bolivia, Fausto Lopez menggunakan busana terbaiknya. Ia senang sebab akhirnya akan disuntik vaksin Covid-19.

Lopez serta istrinya, Petronila Mollo, pergi ke alun-alun kota, di mana kegiatan vaksinasi massal dilaksanakan setelah pemerintah menyatakan akan mengirim vaksin Janssen dosis tunggal buatan Johnson & Johnson ke komunitas penduduk asli yang terpencil.

Banyak media diundang untuk meliput kabar baik itu.

Tetapi, kegiatan itu tidak berlangsung sesuai rencana. Vaksin yang ditunggu tidak kunjung datang.

Walaupun membawa poster “Saya sudah divaksin Covid-19”, sebagian besar orang di sana tetap belum divaksin. Hanya sedikit sukarelawan saja yang disuntik, itu pun menggunakan vaksin China yang sebelumnya sudah ada di kota itu.

Lopez tidak bisa menutupi kekecewaannya.

“Pada saat vaksin akan datang banyak orang sedikit gugup, namun setelah itu vaksinnya hilang serta banyak orang tidak jadi divaksin, itulah yang terjadi,” tutur Lopez.

Jauh dari kota-kota besar Uru Chipaya sekitar 8 jam berkendara dari La Paz masyarakat asli Amerika Latin itu seringkali tertinggal dalam program vaksinasi yang buruk di wilayah itu.

Di kawasan barat yang bergunung- gunung, kaum lelaki bertani serta memelihara ikan, dan kalangan perempuannya ahli merajut wol dari bulu domba untuk dijadikan kerajinan yang dapat dijual.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button