Internasional

Uni Eropa Sebut Tak Akan Terburu-buru Akui Taliban

INDOPOSCO.ID – Uni Eropa (EU) perlu berhubungan dengan Taliban namun tidak akan terburu-buru untuk secara resmi mengakui kelompok militan itu sebagai penguasa baru Afghanistan, tutur seorang pejabat senior EU, Rabu (1/9).

Direktur pelaksana Komisi Eropa untuk Asia dan Pasifik, Gunnar Wiegand, menjelaskan hubungan resmi hanya akan terjadi apabila Taliban memenuhi beberapa persyaratan, termasuk menghormati hak asasi manusia serta memberi akses tak terbatas bagi para pekerja kemanusiaan.

“Tidak ada keraguan di antara negara- negara anggota (EU) serta dalam konteks G7: kita perlu terlibat dengan Taliban, kita perlu berinteraksi dengan Taliban, kita perlu mempengaruhi Taliban, kita perlu memanfaatkan pengaruh yang kita miliki,” ucapnya, Kamis (2/9).

anymind

“Tetapi kita tidak akan tergesa-gesa mengakui formasi baru ini, atau menjalin hubungan resmi (dengan Taliban),” tutur Wiegand kepada anggota Parlemen Eropa di Brussels.

Wiegand mengatakan tidak jelas apakah Taliban akan dapat memerintah secara efektif, tetapi bagi EU ketentuan utama untuk menjalin hubungan resmi adalah pembentukan pemerintahan transisi yang inklusif serta representatif.

Taliban belum menunjuk pemerintahan baru atau mengatakan cara serta niat mereka dalam memerintah setelah 2 minggu menguasai ibu kota Afghanistan, Kabul.

Wiegand menjelaskan ketentuan lain Uni Eropa bisa mengakui Taliban adalah bila kelompok itu memberikan kebebasan pada warga Afghanistan yang ingin meninggalkan negara itu, tidak melakukan pembalasan terhadap masyarakat Afghanistan yang berafiliasi dengan kekuatan asing atau pemerintah sebelumnya, serta mencegah Afghanistan menjadi surga bagi teroris.

Wiegand lebih lanjut menekankan perlunya penilaian tentang langkah atau tindakan apa yang salah setelah 20 tahun keterlibatan Barat di Afghanistan.

Dia mengacu pada langkah evakuasi warga sipil serta pasukan asing yang kacau dari Kabul setelah serangan Taliban ke ibu kota Afghanistan itu.

“Kita harus memperhitungkan alasan kenapa kehancuran seperti itu bisa terjadi,” tutur Wiegand.

“Kita harus mengambil pelajaran untuk situasi serupa, serta ini akan menjadi upaya penilaian yang dimulai sekarang,” ucapnya. (mg2)

Sumber: Reuters

Dikutip dari: Antara

Sponsored Content
Back to top button