Internasional

Uni Eropa Sebut Rusia dan Tiongkok Sebagai Penghalang Upaya Dewan Keamanan PBB

INDOPOSCO.ID – Diplomat utama Uni Eropa (EU) menyebut Rusia dan Tiongkok sebagai penghambat tanggapan internasional terkait kudeta militer Myanmar. Padahal EU menjanjikan lebih banyak insentif ekonomi jika demokrasi kembali di Myanmar.

“Tidak mengherankan jika Rusia dan China menghalangi upaya Dewan Keamanan PBB, misalnya untuk memberlakukan embargo senjata,” kata Kepala Kebijakan Luar Negeri EU, Josep Borrell seperti dikutip Antara, Minggu (11/4/2021).

“Persaingan geopolitik di Myanmar akan membuat sangat sulit untuk menemukan pemahaman bersama. Tetapi kita punya kewajiban untuk mencobanya,” kata Borrell.

Borrell mengatakan pasukan keamanan Myanmar telah menewaskan lebih dari 550 pengunjuk rasa tak bersenjata, termasuk di antaranya 46 anak-anak dalam tindakan berdarah sejak militer merebut kekuasaan dari pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi pada kudeta 1 Februari.

“Dunia menyaksikan dengan ngeri, karena tentara menggunakan kekerasan terhadap rakyatnya sendiri,” kata dia.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button