Ekonomi

Tutup 100 Persen di Daerah, Aprindo: Mall dan Swalayan itu Terapkan Prokes Ketat

INDOPOSCO.ID – Ketua Umum (Ketum) Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mande mengapresiasi, perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) hingga 25 Juli mendatang.

Karena langkah tersebut, menurutnya untuk memutus penularan Covid-19.

“Pelaku usaha khususnya mall risiko penularan lebih kecil,” kata dia dalam acara daring, Rabu (21/7/2021).

Ia menjelaskan, pasar swalayan ketat menerapkan protokol kesahatan (Prokes). Akses masuk hanya satu pintu dan seluruh karyawannya sudah mendapatkan vaksinasi.

“Jadi mall dan swalayan dibuka kami sangat apresiasi,” ucap Roy.

Sementara itu pembukaan pasar tradisional, dikatakan dia, sangat berisiko terjadi penularan. Karena penerapan prokes sangat rendah.

“Pasar tradisional itu sangat rendah Prokes. Semua area menjadi pintu masuk dan sulit untuk menghitung pendatang,” ungkapnya.

“Pasar itu areanya terlalu besar dan sulit mengawasinya,” imbuh Roy.

Ia mempertanyakan, upaya pemerintah menutup mall dan swalayan. Sementara, jumlah pengunjung mudah dihitung, menyediakan kebutuhan yang pasti dan menerapkan prokes ketat.

“Malah di beberapa daerah menutup 100 persen mall dan swalayan,” tegas Roy. (nas)

Sponsored Content
Back to top button