Gaya Hidup

Tips Sehat untuk Isoman Pasien Covid-19

INDOPOSCO.ID – Tidak perlu panik jika terpapar Covid-19 dan kehabisan tempat rawat inap di rumah sakit khusus penanganan pasien Covid-19. Untuk yang bergejala ringan hingga sedang dapat disembuhkan melalui skema isolasi mandiri (isoman) di rumah.

Isoman ini dapat dilakukan dengan beberapa langkah mudah, namun harus diterapkan secara konsisten. Karena, isoman dengan cara yang tepat merupakan solusi terkini yang turut disarankan sebagai solusi guna mengatasi polemik kehabisan tempat layanan di rumah sakit akibat melonjaknya pasien yang terpapar Covid-19.

Melalui program edukasi masyarakat berbasis online bertajuk ‘The Smart Isoman’, dr Jonathan Surentu dari Siloam Hospitals Manado berbagi tips sehat selama menjalankan program isoman.

Dikatakan Jonathan, isoman mulai dilakukan saat hasil PCR test atau hasil swab antigen diketahui positif dengan sejumlah gejala ringan pun gejala sedang. Misalnya batuk, pilek, sakit kepala atau tidak memiliki gejala sama sekali (Asimtomatik).

“Sebaiknya isoman dilakukan di lingkungan rumah atau di kamar yang memiliki ventilasi udara yang cukup baik. Setelah itu siapkan sejumlah peralatan medis termasuk obat dan vitamin,” tutur dr. Jonathan kepada media, Sabtu (16/7/2021).

Dijelaskannya, beberapa alat medis dasar yang perlu disiapkan, di antaranya masker medis, thermometer (pengukur suhu badan, oxymeter (pengukur saturasi oksigen), obat-obatan (paracetamol 3×500 mg bila demam/nyeri, Vitamin C 3×500 mg, Vitamin D 400-1000 IU, Multivitamin, dan obat-obatan yang direkomendasikan dokter.

“Selama melakukan osoman, protokol kesehatan tetap dipertahankan, yaitu tetap di rumah, selalu cuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas, gunakan masker, dan tetap menjaga jarak dengan penghuni rumah di dalamnya,” ungkap Jonathan.

Jonathan yang berpraktik tetap di Rumah Sakit Siloam Manado ini pun mengingatkan jika bergejala batuk, agar etika batuk pun diterapkan, yaitu gunakan tissu atau menutup mulut dan hidung dengan lengan atas bagian dalam jika batuk berkelanjutan. Hal lainnya yang tak kalah penting adalah melakukan olahraga ringan selama 30 menit 3-5 kali per minggu, serta berjemur di pagi hari selama 10-15 menit.

“Kebersihan rumah dan kamar pun memegang hal penting selama isoman selain mengonsumsi makanan bergizi dan berolahraga teratur,” imbuh Jonathan.

Ia juga menjelaskan cara tepat isoman bagi anak-anak. Menerapkan isoman kepada anak pun dapat dilakukan hingga kembali sehat. Namun, dalam pengerjaannya, perlu diperhatikan beberapa hal agar kondisi anak tetap fit.

Pada edukasi selanjutnya, Jonathan tidak menyarankan isoman dilanjutkan pada anak jika mengalami demam, batuk dan disertai sesak secara bersamaan dengan saturasi oksigen kurang dari 95 persen.

“Hentikan isolasi mandiri pada anak jika prilaku anak mengalami gejala banyak tidur atau saat bernafas menyisakan cekungan di dada, mengalami demam berkelanjutan dan kejang. Segera bawa ke rumah sakit,” tutur Jonathan.

Mewaspadai prilaku anak yang turut melakukan usoman yang sulit makan dan minum serta buang air kecil mulai berkurang, merupakan gejala yang harus ditangani segera oleh dokter dirumah sakit.

“Terjadi penurunan kesadaran dan sulit bernafas, hentikan isoman dan segera lakukan tindak lanjut untuk ke rumah sakit,” pungkas dr Jonathan. (arm)

Sponsored Content
Back to top button