Nasional

Tidak Mudik Juga Mematuhi Ajaran Agama

INDOPOSCO.ID – Suasana Lebaran 2021 ini tampaknya masih akan sama dengan Lebaran tahun lalu yang tidak memungkinkan para perantau untuk mudik.

Pemerintah sudah mengeluarkan larangan mudik berdasarkan Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19 yang berlaku mulai 6-17 Mei 2021 di seluruh Indonesia.

Meskipun suasana psikis masyarakat terkait dengan penyebaran Covid-19 sudah tidak semenakutkan pada 2020, yang merupakan tahun pertama masuknya virus itu, potensi sebaran Covid-19 saat ini masih dinilai tinggi, sehingga pemerintah mengeluarkan kebijakan melarang perantau mudik.

Kepala Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengingatkan masyarakat agar mewaspadai penyebaran Covid-19 dalam aktivitas keagamaan.

Dia berharap, aktivitas-aktivitas yang berhubungan dengan kegiatan keagamaan betul-betul dilakukan sesuai dengan aturan atau mematuhi protokol kesehatan.

Kasus yang terjadi di India betul-betul menjadi pelajaran berharga dalam upaya bersama pemerintah dengan seluruh elemen masyarakat Indonesia agar bisa segera keluar dari keadaan wabah yang menakutkan ini.

Diketahui lebih dari 1.000 orang dinyatakan positif Covid-19 setelah melakukan ritual mandi bersama di Sungai Gangga di India tanpa menerapkan protokol kesehatan.

Oleh karena itu, Doni Monardo mengingatkan bahwa peningkatan Covid-19 karena masyarakat tidak patuh kepada protokol kesehatan.

Banyak pihak mengungkapkan bahwa kasus yang terjadi di India dipicu oleh abainya masyarakat pada protokol kesehatan saat melakukan ritual keagamaan. Akibatnya, saat ini India mengalami gelombang kedua pandemi Covid-19. Istilah gelombang kedua ini juga sudah lama diingatkan agar masyarakat di suatu wilayah atau negara tidak terlena dengan tren mulai menurunnya jumlah pasien dalam waktu tertentu.

Peringatan gelombang kedua ini digaungkan karena ada kecenderungan masyarakat menunjukkan euforia dengan mengabaikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 ketika menganggap SARS-Cov2 itu sudah tidak ada di daerah atau negaranya.

Terkait dengan larangan mudik Lebaran 2021, sejumlah kalangan masyarakat tidak setuju. Mereka menandai ketidaksetujuan itu dengan beredarnya “protes” di sejumlah saluran, khususnya media sosial.

Hal ini menunjukkan ada keinginan besar masyarakat tetap mudik. Oleh karena itulah, sejumlah pemerintah daerah bersama Polri melakukan antisipasi dengan penyekatan di sejumlah titik yang potensial menjadi pintu masuk para pemudik.

Mematuhi agama

Sebagai negara yang dikenal agamis, kaidah agama agaknya bisa menjadi pedoman bersama bagi masyarakat untuk mematuhi kebijakan pemerintah yang menilai potensi penularan Covid-19 masih tinggi.

Setidaknya ada beberapa kaidah agama yang bisa dijadikan pedoman oleh masyarakat muslim di Indonesia untuk tidak memaksakan diri bersilaturahim dengan keluarga di kampung halaman.

Pertama, kita bisa memedomani Al Quran Surat An-Nisa ayat 59 yang berbunyi, “Yaa ayyuhaalladziina aamanuu, athii’uullaaha wa-athii’uurrasuula, waulil amri minkum fain tanaaza’tum fii syay-in farudduuhu ilallaahi warrasuuli inkuntum tu’minuuna biallaahi walyaumil aakhiri dzaalika khayrun wa ahsanu ta’wiilaan. Terjemahan ayat itu, “Wahai orang-orang yang beriman. Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan ulil amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya”.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button