Nusantara

Terjaring Operasi, Satu Warga Lebak Langsung Diisolasi

INDOPOSCO.ID – Satuan tugas (Satgas) penanganan Covid-19 Kabupaten Lebak berhasil menjaring satu orang warga yang positif Covid-19 saat dilakukan operasi Cipta Kondisi di Jalan Multatuli, Rangkasbitung, Sabtu (10/7/2021) malam.

Kepala Sekretariat Penanganan Covid 19 Kabupaten Lebak, Alkadri menjelaskan, dari 20 orang warga yang kedapatan keluyuran di atas pukul 20.00 WIB dilakukan tes antigen. Dan hasilnya, satu dari mereka dinyatakan positif Covid dan langsung diangkut untuk dilakukan isolasi oleh Pemkab Lebak.

”Saat ini yang ketahuan positif kami isolasi dulu, jika kondisinya semakin parah akan kami bawa ke rumah sakit,” terang Alkadri kepada INDOPOSCO, Minggu (11/7/2021).

Menurut Alkadri, pihaknya akan terus melakukan operasi Cipta Kondisi secara intensif. Tidak hanya pada malam hari, namun juga akan dilakukan siang hari di tempat yang biasa terjadi kerumunan.

”Seperti pasar, stasiun kereta api, dan terminal, akan kami lakukan tes antigen massal untuk mencari warga yang terkonfirmasi Covid 19,” ujar Alakdri.

Ia mengatakan, tujuan tes antigen massal itu adalah untuk mengetahui lebih banyak warga yang sudah terpapar, sekaligus memutus mata rantai penyebaran Corona.

”Semakin banyak yang kita tahu warga terpapar, semakin cepat kita menelusuri dengan siapa dia kontak erat sebagai langkah pencegahan penularan,” tuturnya.

Apalagi saat ini, kata Aladri, ada kategori orang tanpa gejala (OTG) terpapar, namun tidak didahului oleh gejala-gejala umum, seperti batuk, sakit tenggorokan, demam, dan sesak nafas. ”Inilah pentingnya tes swab massal dalam operasi Cipta Kondisi,” cetusnya.

Alkadiri menambahkan, mulai Senin (12/7/2021) pihaknya akan mendirikan posko sidang di tempat di Stasiun Rangkasbitung dari pukul 10.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB, dengan melibatkan tim Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu) yang terdiri dari jajaran Polres, Kejaksaan, Kodim, Pengadilan, Satpol PP, dan Dinkes.

Tak hanya itu, pihaknya juga akan menyasar sejumah rumah makan, restoran, dan cafe yang masih melayani makan di tempat dan akan dikenakan denda sesuai dengan aturan dalam PPKM Darurat.

Pihaknya mengaku sudah menghubungi Muspika di Kecamatan Warunggunung, Cibadak dan Rangkasbitung, untuk aktif melakukan operasi penertiban terhadap restoran, rumah makan dan cafe yang masih nekat melayani makan di tempat.

”Saya sudah telepon camat Warunggunung, Cibadak dan Rangkasbitung, bersama Satgas kecamatan agar aktif turun ke lapangan merazia rumah makan, restoran dan cafe yang masih membandel melayani konsumen makan di tempat,” tukasnya. (yas)

Sponsored Content
Back to top button