Ekonomi

Tenang, Stok Kedelai Nasional Aman

INDOPOSCO.ID – Pemerintah menegaskan cadangan kedelai untuk konsumsi dalam negeri sudah mencukupi. Untuk itu, masyarakat dan kalangan industri pengrajin tahu dan tempe diimbau tetap tenang karena pasokan kedelai terjamin.

“Kenaikan harga kedelai di tingkat pengrajin tahu dan tempe tersebut merupakan dampak pergerakan harga kedelai dunia sejak pertengahan tahun lalu hingga sekarang,” kata Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan, Syailendra dalam siaran persnya, Minggu (31/1/2012).

Diketahui, saat ini harga kedelai impor di tingkat pengrajin berada di kisaran Rp9.100/kg sampai dengan Rp9.200 per kg. Harga tersebut diperkirakan akan naik naik pada Februari mulai dari Rp9.500 per kg di tingkat pengrajin tahu dan tempe.

Sementara, harga kedelai dunia pada Desember 2020 USD 13,12 /bushels untuk penyediaan pada Januari 2021. Harga terakhir Januari 2021 menjadi USD 13,7 /bushels untuk penyediaan kedelai pada Februari.

Naiknya harga kedelai dunia sejak paruh kedua 2020 berdampak pada penyesuaian harga tahu dan tempe di dalam negeri hingga 20 persen. “Penyesuaian harga tahu dan tempe di pasar merupakan hal yang tidak dapat dihindari. Sebabnya, mayoritas kebutuhan kedelai Indonesia a masih dipenuhi melalui impor dan dipengaruhi pergerakan harga kedelai dunia yang berdampak pada harga bahan baku kedelai untuk tahu dan tempe di Indonesia,” kata Syailendra.

Dikatakan, pemerintah akan terus memantau dan mengevaluasi pergerakan harga kedelai dunia untuk memastikan harga kedelai di dalam negeri terkontrol. “Diharapkan produksi tahu dan tempe tetap terus berjalan dan masyarakat masih tetap mendapatkan tahu dan tempe dengan harga terjangkau,” pungkas Syailendra. (yah)

Sponsored Content
Back to top button