Megapolitan

Tekan Mobilitas Warga, Pemkot Tangsel Matikan PJU di Sejumlah Titik

INDOPOSCO.ID – Dalam rangka mengurangi dan menekan mobilitas warga serta mencegah kerumunan, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) bakal mematikan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di sejumlah titik selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Dalam surat yang dikeluarkan oleh Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Tangsel tentang pemberitahuan pemadaman PJU, dijelaskan bahwa sejumlah ruas jalan yang terkena pamadaman PJU yakni jalan protokol, jalan kawasan Bintaro, jalan kawasan Bumi Serpong Damai (BSD) dan jalan kawasan Alam Sutera.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Tangsel, Ade Suprizal menjelaskan, pemadaman lampu penerangan di sejumlah ruas jalan dimaksudkan untuk menekan mobilitas masyarakat.

“Iya benar, kan kami mendukung program PPKM Darurat,” ujar Ade, Kamis (15/7/2021).

Menurut Ade, pemadaman PJU tidak hanya dilakukan di ruas jalan protokol, tetapi juga di jalan-jalan utama kawasan pengembang swasta di Tangerang Selatan.

“Pemadaman penerangan jalan umum di jalan protokol, kemudian jalan kawasan (pengembang) Bintaro, BSD, dan Alam Sutera,” kata Ade.

Ade berharap pengembang perumahan ikut membantu dalam melakukan pemadaman.

Kendati demikian, Ade belum menjelaskan secara rinci ruas jalan yang akan dipadamkan lampu penerangannya.

Dia hanya menyebut, pihaknya sudah mengeluarkan surat pemberitahuan kepada seluruh polsek dan koramil, kecamatan, dan pihak pengembang swasta untuk membantu pelaksanaan kebijakan tersebut.

“Pemadaman dilakukan setiap malam hari pada pukul 20.00 WIB sampai pukul 22.00 WIB selama PPKM Darurat,” pungkasnya.

Sebelumnya, Pemkot Tangsel resmi menerapkan PPKM Darurat pada 3-20 Juli 2021.

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menjelaskan, wilayahnya menjadi salah satu dari 122 wilayah yang memenuhi kriteria untuk menerapkanĀ PPKM DaruratĀ di Indonesia.

Sebab, Tangsel berada pada situasi pandemi Covid-19 level 4 berdasarkan hasil asesmen yang dilakukan pemerintah pusat.

Di level 4, angka kasus konfirmasi positif Covid-19 lebih dari 150 orang per 100.000 penduduk per minggu.

Kemudian, kejadian rawat inap karena Covid-19 di rumah sakit lebih dari 30 orang per 100.000 penduduk per minggu. (dam)

Sponsored Content
Back to top button