Headline

Teka Teki Panglima TNI Baru dan Dua Agenda Strategis

INDOPOSCO.ID – Marsekal TNI Hadi Tjahjanto segera melepas jabatannya sebagai Panglima TNI. Diperkirakan, pria kelahiran 8 November 1963 itu akan pensiun pada akhir 2021 ini. Siapa penggantinya? Itu hak prerogatif presiden. Namun Pengamat Intelijen sekaligus Direktur Eksekutif Center of Intelligence and Strategic Studies (CISS) Ngasiman Djoyonegoro menyatakan pengangkatan Panglima TNI baru perlu mempertimbangkan dua agenda strategis pertahanan negara.

“Pertama, pengamanan wilayah laut dan kepulauan dari pencaplokan oleh negara-negara lain,” kata dia dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu (29/5/2021).

Menurut dia, potensi eskalasi konflik lintas negara di Laut Cina Selatan ke depan cukup tinggi, dan dukungan penjagaan laut merupakan garda terdepan dalam menjaga kedaulatan, termasuk pula upaya diplomasi tetap dijalankan. Apalagi, kejahatan trans-nasional, misalnya, penyelundupan senjata juga terjadi di laut sehingga dibutuhkan agenda strategis tersebut.

Kedua, lanjut Ngasiman, visi Indonesia sebagai poros maritim dunia perlu dilanjutkan. Hal ini bertujuan menjadikan Indonesia sebagai negara maritim yang besar, kuat dan makmur. Tentunya tujuan tersebut diupayakan melalui pengembalian identitas negara sebagai bangsa maritim, pengamanan kepentingan dan keamanan maritim serta memberdayakan potensi maritim untuk mewujudkan pemerataan ekonomi Indonesia.

“Pertahanan maritim merupakan aspek pokok dalam mewujudkan visi poros maritim dunia,” ujar pria yang akrab dipanggil Simon itu.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button