Headline

Tangkap Paul Zhang, Polri Tunggu Red Notice Interpol

INDOPOSCO.ID – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) saat ini tengah berupaya untuk menangkap Jozeph Paul Zhang alias Shindy Paul Soerjomoelyono, tersangka kasus penodaan agama dan ujaran kebencian.

Polri akan bekerjasama dengan The International Criminal Police Organization (Interpol) untuk menangkap Paul Zhang, yang saat ini sedang diselidiki keberadaannya.

Kepala Badan Reserse dan Krimininal (Kabareskrim) Polri, Komisaris Jenderal (Komjen) Pol Agus Andrianto mengaku pihaknya telah meminta kepada Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi untuk mencabut paspor Jozeph Paul Zhang alias Shindy Paul Soerjomoelyono yang mengaku sebagai nabi ke-26. Hal tersebut dapat membuatnya kehilangan status kewarganegaraan (stateless).

“Tadi kami koordinasi dengan imigrasi, kita pertimbangkan. Kalau dia menjadi stateless kan bisa ke mana-mana, biar aja dulu,” ujar Agus di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (21/4/2021).

Agus menegaskan, status Daftar Pencarian Orang (DPO) alias buron juga telah dikeluarkan untuk tersangka Paul Zhang yang akan dilanjutkan dengan pengajuan red notice ke Interpol.

“Ya mudah-mudahan kalau nanti red notice disetujui, kalau dia mau, negara-negara yang masuk Interpol akan menolak kalau misalnya yang bersangkutan masuk ke sana,” kata Agus.

Sementara itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono mengaku, pihaknya sedang bekerja keras dalam mencari tahu keberadaan Shindy Paul Soerjomoelyono alias Jozeph Paul Zhang. Paul Zhang sendiri sudah ditetapkan sebagai tersangka penodaan agama dan ujaran kebencian.

“Kasus Paul Zhang Masih berjalan. Untuk Paul Zhang terus dilakukan kerja keras Polri bersama instansi terkait lainnya untuk dapat memastikan keberadaan Paul Zhang tersebut,” kata Rusdi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (21/4/2021).

Rusdi menegaskan, kasus ini masih terus berproses dan nantinya akan disampaikan kepada publik hasil dari proses kasus tersebut.

“Masih berproses, perkembangannya pasti nanti publik diberi tahu,” tegasnya.

Lalu, terkait dengan Jozeph Paul Zhang yang diduga masih banyak berkomentar, jenderal bintang satu ini menyebut, telah berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

“Hal seperti ini kita tidak bisa hanya polisi melakukan itu, polisi berokordinasi dengan Kementerian Kominfo tentunya bagaimana aktivitas ini bisa diminimalisir. Kita yakin, semua, Kominfo telah melakukan langkah-langkah, telah menutup video yang viral kemarin tidak lagi di Youtube,” ujarnya.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button