Nasional

Tangani Asabri dan Jiwasraya, Pakar: Kejagung Kembali pada Dua Alat Bukti

INDOPOSCO.ID – Meskipun dalam kerangka transparansi, jangan membuat opini yang salah. Dikhawatirkan bisa menjadi bumerang bagi institusi kejaksaan agung (Kejagung). Pernyataan tersebut diungkapkan Pakar Hukum Pidana Universitas Al Azhar Indonesia Suparji Ahmad di Jakarta, Selasa (20/4/2021).

Menurut dia, proses penegakan hukum tidak boleh dibumbui dengan opini. Apalagi proses hukum tersebut masih prematur. “Pernyataan dari kejaksaan harus menjaga obyektivitas sebagai penegak hukum, jangan serampangan,” ucapnya.

Ia mengatakan, penyidik juga tidak boleh memberikan pernyataan tanpa memperhitungkan dampak negatif terhadap politik, sosial dan ekonomi. Karena bisa menimbulkan kegaduhan nasional.

“Dan penyidik Kejagung tak boleh membekukan rekening efek tanpa memeriksa emiten serta memastikan bahwa rekening tersebut terkait dengan tindak pidananya sebagaimana amanat Pasal 39 KUHP,” katanya.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button