Nasional

Takbir Iduladha di Masjid dan Musala Boleh, Ini Penjelasan MUI

INDOPOSCO.ID – Lebaran haji (Iduladha) tinggal beberapa hari lagi. Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) memberlakukan peniadaan kegiatan keagamaan saat Hari Raya Iduladha.

“Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) tidak membatasi kegiatan keagamaan,” ujar Ketua Bidang Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Asrorun Ni’am Sholeh dalam acara daring, Sabtu (17/7/2021).

Dia menjelaskan, bahwa peniadaan kegiatan agama yang dimaksud adalah pelaksanaannya yang disesuaikan untuk mencegah penularan Covid-19. Kegiatan keagamaan tersebut, menurutnya, semula dilakukan dengan berkeliling dan dilaksanakan dengan berjamaah dalam jumlah besar.

“Misalnya untuk takbir keliling dilaksanakan dengan cara baru, dengan pembatasan jamaah atau melalui digital,” terangnya.

Demikian pula, dikatakan dia, pada pelaksanaan salat Iduladha. Pelaksanaannya dengan jumlah terbatas dan dilakukan di rumah. Dengan memastikan keamanan masing-masing jamaah.

“Jadi tidak saling menularkan antara jamaah satu dengan lainnya,” ucapnya.

Dia menegaskan, pemerintah tidak melarang pelaksanaan kegiatan ibadah pada Hari Raya Iduladha nanti. Namun, pelaksanaan harus dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan (Prokes) secara ketat.

“Kalau kondisi normal takbir keliling dilakukan, tapi kalau hari ini jangan dilakukan. Karena berpotensi terjadinya penularan Covid-19,” ungkapnya.

“Kemudian boleh enggak takbir di masjid atau musala? Boleh, tapi hanya cukup satu atau dua orang pengurus masjid,” imbuhnya. (nas)

 

Sponsored Content
Back to top button