Nasional

Tak Siap Teknologi Sebabkan Kerja Secara Online Terganggu

INDOPOSCO.ID – Di masa pandemi Covid-19 muncul perubahan dan adaptasi baru dari kebiasaan lama. Kebiasaan baru seperti perubahan cara kerja dari konvensional menjadi bekerja secara online atau dalam jaringan (daring).

Pernyataan tersebut diungkapkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Anwar Sanusi dalam keterangan, Selasa (20/7/2021).

Menurut dia, adaptasi kebiasaan baru tersebut menuntut kesiapan menggunakan teknologi informasi di tengah perkembangan disrupsi industri revolusi industri 4.0. Sehingga bekerja secara online (daring) saat ini menjadi sebuah keniscayaan.

“Dalam situasi seperti ini tuntutan untuk terus bekerja secara produktif menjadi hal yang tidak mudah untuk dicapai,” katanya.

Apalagi, lanjut dia tidak adanya kesiapan perencanaan kerja, kesiapan sarana prasarana kerja, atau kesiapan para pelaksana dalam pemanfaatan teknologi informasi. Sementara itu semua merupakan sarana untuk mendukung kelancaran pekerjaan.

“Inilah penyebab utama yang bisa menghambat produktivitas kerja secara online,” terangnya.

“Oleh karena itu, kita dituntut bekerja secara inovatif, khususnya dalam rangka memberikan pelayanan fungsi-fungsi ketenagakerjaan kepada masyarakat,” imbuhnya.

Bekerja secara online memiliki dampak positif seperti dapat berkumpul bersama dalam satu forum yang sama secara real time dan secara virtual. Sisi positif lainnya sasaran pelayanan fungsi ketenagakerjaan lebih luas dan terjangkau.

“Dampak negatif bekerja online adalah sisi psikis. Seseorang yang mulai mengalami gangguan kesehatan fisik akam cenderung menjadi lebih sensitif, cepat marah, sering merasa letih, maupun lesu,” terangnya. (nas)

Sponsored Content
Back to top button