Headline

Tak Sanggup Penuhi Ketersediaan Obat dan Oksigen, Angka Kematian Terus Naik

INDOPOSCO.ID – Layanan kesehatan bagi pasien Covid-19 sangat dibutuhkan saat ini. Dari ketersedian ruang ICU dan IGD serta tempat tidur diperuntukkan bagi pasien gejala sedang hingga berat.

“Lonjakan pasien Covid-19 yang belum tertangani di rumah sakit (RS) saat ini karena hulunya masih bocor,” ujar Guru Besar (Gubes) Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Ari Fahrial Syam dalam acara daring, Senin (19/7/2021).

“Evaluasi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat pada hari ke-12 baru 50 persen. Ini artinya mobilitas masyarakat masih tinggi,” imbuhnya.

Ia menuturkan, tingginya kasus Covid-19 sangat berdampak pada penanganan di hilir. Sehingga, banyak pasien yang menumpuk di ruang gawat darurat menunggu ruang isolasi dan ICU.

“Ketersediaan obat dan oksigen juga menipis. Dan apa yang terjadi? Angka kematian bisa meningkat dan banyak pasien yang tidak tertolong,” katanya.

Oleh karena itu, dikatakan dia, pembukaan RS darurat bisa menjadi alternatif. Dengan menambah insentif bagi para dokter dan tenaga kesehatan (nakes).

“Obat ini juga penting, salah satunya obat antivirus yang harus diimpor,” ucapnya.

“Untuk menyelesaikan masalah ini, mau tidak mau penanganan di hulunya harus ketat lagi,” imbuhnya.

Lebih jauh dia mengungkapkan, pemberlakukan PPKM Darurat harus diikuti ketersediaan perlindungan sosial. Namun sedihnya, menurut dia, bantuan sosial (Bansos) saat ini tertahan di pemerintah daerah (Pemda).

“Ini harus diberesin, masyarakat boleh dikunci, tapi bansos ya segera didistribusikan. Karena penting berkaitan dengan sosial ekonomi di tengah pandemi saat ini,” ungkapnya. (nas)

Sponsored Content
Back to top button