Internasional

Tajikistan Siap Tampung hingga 100 Ribu Pengungsi Afghanistan

INDOPOSCO.ID – Tajikistan bersiap menerima hingga 100 ribu pengungsi dari negara tetangga Afghanistan di mana pertempuran meningkat setelah Amerika Serikat menarik mundur pasukannya, tutur seorang pejabat senior Tajikistan, Jumat (23/7).

Gerilyawan Taliban menguasai lebih banyak dan makin banyak wilayah di Afghanistan, yang menurut perkiraan Pentagon saat ini meluas ke lebih dari setengah jumlah pusat distrik.

Wakil kepala komite darurat Tajikistan, Imomali Ibrohimzoda, kepada pers menjelaskan pada Jumat bahwa negara bekas republik Soviet itu telah membangun 2 gudang besar buat menyimpan persediaan untuk para pengungsi di provinsi Khatlon serta Gorno-Badakhshan yang berdekatan dengan perbatasan Afghanistan.

Ratusan warga sipil Afghanistan melarikan diri ke Tajikistan pada Juli tetapi pemerintah kota Dushanbe berkata mereka sudah kembali ke Afghanistan.

Sebelumnya dikabarkan, setelah takluk dalam penguasaan wilayah, militer Afghanistan merombak strategi perangnya melawan Taliban dengan memusatkan pasukan di dekat daerah paling kritis seperti Kabul, kota- kota lain, penyeberangan perbatasan serta infrastruktur vital, tutur pejabat Afghanistan dan AS.

Strategi pemusatan gerombolan itu hendak memberikan area yang lain pada gerilyawan Taliban. Namun para pejabat mengatakan hal itu kelihatannya diperlukan sebab pasukan Afghanistan berusaha mencegah hilangnya ibu kota- ibu kota provinsi yang bisa meluluhlantakkan negeri itu.

Konsolidasi pasukan itu bertepatan dengan penarikan prajurit AS pada 31 Agustus atas perintah dari Presiden Joe Biden.

Intelijen AS sudah memperingatkan pemerintah Afghanistan bisa jatuh hanya dalam 6 bulan, tutur para pejabat AS kepada Reuters.

Seorang pejabat Afghanistan yang enggan disebut namanya menuturkan “reorientasi” pasukan akan membantu Kabul menguasai wilayah strategis serta mempertahankan infrastruktur, termasuk bendungan yang dibangun dengan bantuan India dan jalan- jalan utama.

Tetapi, mengonsolidasikan pasukan juga berarti membiarkan daerah lain tidak dijaga. Konsolidasi pasukan itu dapat membuat situasi menjadi sulit bagi komunitas atau kelompok etnis di Afghanistan. (mg2)

Sumber: Reuters – Dikutip dari: Antara

Sponsored Content
Back to top button