Nasional

Tahu Disadap, Eks Pejabat Kemensos Diminta Ganti Ponsel

INDOPOSCO.ID – Eks Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pengadaan bansos sembako Covid-19 Kementerian Sosial (Kemensos) Matheus Joko Santoso menyebut ia pernah diminta mengganti nomor dan ponsel. Ini karena ada penyadapan terkait pengadaan bansos.

“Pada Mei 2020 saya diminta Pak Adi (Adi Wahyono, kabiro Umum Kemensos, red) datang ke kantor, saya dari Bandung saat itu, ternyata saya diminta segera ganti HP dan nomor karena infonya ada penyadapan,” kata Joko di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin.

Joko menyampaikan hal tersebut saat menjadi saksi untuk terdakwa mantan Mensos Juliari Batubara yang didakwa menerima suap Rp32,482 miliar dari 109 perusahaan penyedia bansos Covid-19. “Saat itu di ruangan ada Pak Kukuh dan Pak Adi,” tambah Joko.

Kukuh yang dimaksud adalah Tim Teknis Juliari Batubara bidang komunikasi, sedangkan Adi adalah Adi Wahyono, kabiro Umum Kemensos. “Saya juga pernah dipanggil Pak Erwin Tobing, tim teknis Pak Juliari soal adanya penyadapan ini,” ungkap Joko.

Erwin TPL Tobing adalah Staf Khusus Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga yang merupakan pensiunan kepolisian. “Tidak tahu siapa yang menyadap, masih meraba-raba. Akhirnya saya ganti ‘handphone’,” tambah Joko.

Joko juga sempat diminta untuk mengganti komputer pribadinya. “Dalam BAP 96 saudara mengatakan ‘Saya diminta untuk membanting dan mengganti laptop pribadi saya untuk menghilangkan komitmen penerimaan untuk menteri, sama seperti HP arahan dari Kukuh di hadapan Adi Wahyono, apakah benar?” tanya jaksa penuntut umum M Nur Azis.

“Betul tapi karena saya tidak mencatat di laptop jadi saya tidak membanting laptop. Saya tulis tangan dan catat di ruang ULP,” jawab Joko.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button