Ekonomi

Sri Mulyani Ungkap Enam Isu Prioritas yang Dibahas dalam Presidensi G20

INDOPOSCO.ID – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkap enam agenda prioritas jalur keuangan atau finance track yang fokus pada penanganan isu-isu global dan akan dibahas dalam Presidensi G-20 Indonesia.

“Agenda di finance track yang akan dibahas kita nanti ada tujuh agenda,” kata Sri dalam konferensi pers secara daring seperti dikutip Antara, Selasa (14/9/2021).

Agenda awal merupakan koordinasi kebijakan global dalam memperbaiki ekonomi termasuk terkait exit policy atau pengurangan campur tangan kebijakan makro yang luar biasa dan tidak sustainable dengan cara bertahap dan terkoordinasi oleh negara anggota G20.

Baginya, exit policy ini akan membuat perkembangan ekonomi di tiap- tiap negara maupun global jadi lebih sustainable. “Ini bukan masalah mudah karena setiap negara memiliki kondisi yang berbeda-beda,” ujarnya.

Agenda kedua adalah terkait dampak pandemi Covid-19 di bidang kesehatan maupun perekonomian seperti adanya supply disruption dan korporasi yang mengalami kesulitan neraca. “Pembahasan productivity dan memulihkan ekonomi kembali serta bagaimana policy didesain akan jadi bahan kedua di finance track,” tuturnya.

Ketiga merupakan central bank digital currency (CDBC) yaitu kategorisasi prinsip umum pengembangan CBDC yang mencakup 5 aspek utama yaitu implikasi terhadap fungsi bank sentral dan implikasi terhadap transmisi kebijakan moneter.

Setelah itu implikasi terhadap stabilitas sistem keuangan, kebutuhan desain dan teknologi, serta aspek lintas batas. Prinsip-prinsip ini direncanakan untuk membagikan pedoman dalam pengembangan CBDC termasuk pengoperasian dalam mensupport bisnis lintas batas.

Keempat merupakan sustainable finance yaitu peran sektor keuangan dalam mensupport agenda- agenda penting di level global seperti climate change dan green finance facility yang bermaksud untuk menghasilkan transformasi ekonomi hijau dan berkelanjutan. “Juga akan dibahas mengenai bagaimana digital infrastructure regulation dalam rangka untuk meningkatkan leverage dan mobilisasi private sector investment,” jelasnya.

Kelima merupakan cross border payment yaitu diskusi mengenai manfaat optimalisasi digitalisasi dalam meningkatkan daya produksi serta menanggulangi potensi resiko dan tantangan yang ditimbulkannya. Agenda kelima ini juga mengenai peningkatan sistem pembayaran khususnya kemajuan pembayaran lintas batas untuk mendorong pembayaran yang cepat, ekonomis dan transparan.

Keenam merupakan inklusi keuangan yang mencakup digital dan UKMM ialah fokus pada pemanfaatan open banking untuk mendorong daya produksi serta mensupport inklusi ekonomi dan keuangan termasuk aspek lintas batas. (mg4/wib)

Sponsored Content
Back to top button