Gaya Hidup

Sosok Gigih Sumarni, Motor Kebangkitan Para Ibu di Tengah Pandemi Covid-19

INDOPOSCO.ID – Ada yang berbeda ketika memasuki pemukiman di Desa Katongan, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunung Kidul, Jogjakarta. Sepanjang jalan pedesaan itu, berjejer banyak tumbuhan Aloe Vera, atau banyak disebut warga dengan tumbuhan lidah buaya. Kebun warga, ladang pertanian, hingga teras rumah warga dipenuhi dengan tanaman tersebut. Tampak asri, Desa Katongan pun kini terkenal dengan sebutan Desa Aloe Vera.

Tiap pekan, desa itu selalu ramai dengan kunjungan wisatawan atau instansi yang ingin studi banding, mempelajari tanaman syarat manfaat tersebut. Hijaunya Desa Nglipar dengan hamparan Aloe Vera tidak datang tiba-tiba, dan Sumarni (54), adalah sosok yang tepat untuk menuturkan sejarahnya.

”Dulu belum ada lidah buaya di Desa kami, hingga awalnya anak saya mengenalkannya kepada saya,” ujar Sumarni memulai pembicaraan pada Sabtu (27/3/2021).

Banyak manfaat yang bisa didapatkan dari tumbuhan Aloe Vera, Sumarni pun bergegas mengajak ibu-ibu di Desanya untuk ikut bersama membudidayakannya. Bukan tanpa alasan, Sumarni berangkat dari niat memberdayakan ibu-ibu di desanya untuk bisa mandiri secara ekonomi. Sepertihalnya desa lain di Gunungkidul, Desa Katongan juga didominasi oleh persawahan tadah hujan. Alhasil para ibu-ibu tidak memiliki kegiatan selain membantu merawat sawah di kala musim penghujan. Selebihnya, mereka tidak memiliki kegiatan ekonomi, dan pemasukan.

”Di sini kan sawahnya tadah hujan mas, jadi ibu-ibu hanya bantu suaminya di sawah. Kalau musim kemarau ya sama sekali tidak ada kegiatan ekonomi, apalagi pemasukan,” tambah Sumarni.

Hingga pada 2017, Sumarni dipertemukan dengan Dompet Dhuafa Yogyakarta. Meliat upaya pemberdayaan dari Sumarni, Dompet Dhuafa membantu pngembangan pembudidayaan Aloe Vera. Intervensi bantuan pun disalurkan. Sebanyak 100 keluarga dari 7 RT di Desa Katongan mendapatkan bantuan berupa 50 benih Aloe Vera setiap keluarga. Sejak saat itu, tumbuhan aloevera mulai menghiasi setiap sudut rumah-rumah di desa tersebut. Karena tumbuh tak kenal musim, para ibu-ibu kini lebih produktif membudidayakan Aloe Vera.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button