Nasional

Soal Pileg dan Pilpres, Perludem: Kondisi Alam dan Pilihan Waktu Harus Diperhatikan

INDOPOSCO.ID – Direktur Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini menegaskan, tahapan pemilu sembilan bulan pelaksanaan Pemilu serentak (Pileg dan Pilpres) pada Februari 2024 dan Pilkada 2024 November 2024 harus berdasarkan pada simulasi.

“Kita juga harus perhatikan banyak hal, salah satunya kondisi alam,” ujar Titi Anggraini melalui daring, Senin (7/6/2021).

Menurut Titi, pada bulan Februari kondisi alam di Indonesia akan banyak curah hujan dan potensi bencana alam pun tinggi. Oleh karena itu, managemen risiko pun harus diperhatikan.

“Harus ada durasi yang tidak terlalu panjang dengan pelantikan calon presiden terpilih,” katanya.

Hal ini, dikatakan dia, untuk memperhatikan faktor keterbelahan masyarakat. Pilihan waktu, menurutnya, harus memperhatikan antisipasi keterbelahan di masyarakat tidak terulang.

“Jadi antisipasinya seperti ini, pilihan waktu harus benar-benar diperhatikan, ungkapnya.

Kendati terkait waktu seluruhnya menjadi kewenangan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang disusun bersama para pemangku kepentingan. “Pilihan waktu tidak mahal, membebani rakyat dan tidak asal-asalan,” ucapnya.

Dia menilai pelaksanaan Pemilu serentak pada Februari dan pelaantikan calon presiden pada November 2024 risikonya akan panjang. Apabila ada simulasi, ia berharap para pihak memperhatikan rentan waktu yang sangat panjang tersebut. “Kalau bisa harus ada penyederhanaan tahapan dan mematangkan persiapan,” ujarnya. (nas)

Sponsored Content
Back to top button