Nasional

Setelah Tuai Kecaman Publik, MUI: Mendikbud Sebut Itu Draft Peta Jalan Pendidikan Lama

INDOPOSCO.ID – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyambangi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat. Dalam pertemuan tersebut Mendikud melakukan klarifikasi terkait isu Peta Jalan Pendidikan Nasional.

Ketua MUI Bidang Pendidikan dan Kaderisasi KH. Abdullah Jaidi mengungkapkan, bahwa peta jalan pendidikan yang beredar selama ini di media sosial (Medsos) merupakan konsep lama. Pada Juli 2020 lalu, Kemendikbud sudah mengganti draft tersebut dengan draft baru yang di dalamnya ada muatan agama.

“Yang ramai di medsos itu ternyata tidak sesuai dengan peta jalan pendidikan Juli 2020. Makanya Pak Menteri begitu mendengar berita itu, Frasa agama bingung, Frase Agama yang mana lagi? wong itu sudah tertuang di draft baru. Draft yang lama memang tertulis karakter akhlak dan budaya, tetapi itu sudah diganti dengan sejak Juli 2020,” ujar Abdullah Jaidi dalam keterangannya, Kamis (18/3/2021).

Dalam draft Juli 2020 lalu, lanjut Jaidi, sebetulnya sudah disampaikan juga ke Komisi X DPR RI. Sayangnya, dalam pertemuan Komisi X DPR RI bersama tokoh-tokoh agama, Januari lalu, proses perubahan itu tidak disampaikan. Akibatnya, yang terbaca beberapa tokoh agama yang hadir pada pertemuan itu adalah hilangnya muatan agama di dalam konsep peta jalan pendidikan nasional 2020-2035.

“Saya melihat, ini ada sebuah keterlambatan informasi yang beredar di media sosial. Sementara sudah disampaikan kepada DPR RI, tetapi ternyata Komisi X tidak menjelaskan kepada tokoh agama dan MUI berkenaan dengan perubahan diktum tersebut. Jadi dipikirkan sudah selesai, ternyata justru mengundang tokoh agama dan ormas keagamaan justru menimbulkan permasalahan baru bukan mengklarifikasi. Jadi itulah yang terjadi,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, diksi “Agama” memang tidak ada dalam konsep Juli 2020. Namun diktum “Karakter dan Budaya” sudah diganti menjadi “Iman dan Taqwa sesuai dengan Jiwa Manusia yang Berketuhanan Yang Maha Esa sesuai dengan Pancasila”.

Dia menilai, diktum baru tersebut sudah cukup untuk memberikan tafsiran bahwa muatan agama sudah masuk ke dalam konsep pendidikan nasional 2020-2035.

“Jadi, artinya muatan inti pelajaran agama itu berada pada sumber keimanan dan ketakwaan dan kepatuhan. Itu menjadi penjabaran ketaatan di dalam pembelajaran atau penyampaian materi keimanan dan ketakwaan sesuai dengan ajaran agama masing-masing,” katanya.

“Mendikbud siap hadir kapan saja kalau MUI atau ormas keagamaan lain ada kegiatan atau webinar untuk memberikan penjelasan dan klarifikasi terkait masalah tersebut,” imbuhnya. (nas)

Sponsored Content
Back to top button