Headline

Seroja dan Duka di Timur Indonesia

INDOPOSCO.ID – Ibu Pertiwi kembali berduka. Kali ini bencana banjir bandang dan angin kencang menghantam gugusan pulau di timur Indonesia. Sejak Sabtu (3/4/2021) cuaca di beberapa wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak bersahabat dampak adanya bibit siklon yang tumbuh menjadi siklon tropis Seroja pada Senin (5/4/2021) dinihari.

Hujan lebat, angin kencang, gelombang tinggi, banjir bandang menerpa bersamaan, menimbulkan kerusakan bahkan korban jiwa. Tercatat 44 orang meninggal dunia dan 24 lainnya masih dinyatakan hilang di Kabupaten Flores Timur.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat akibat banjir bandang dampak siklon tropis Seroja,sembilan desa yang tersebar di empat kecamatan di Flores Timur terdampak.

Kedelapan desa tersebut yaitu Desa dan Nelemawangi (Kecamatan Ile Boleng), Desa Waiburak dan Kelurahan Waiwerang (Adonara Timur), Desa Oyang Barang dan Pandai (Wotan Ulu Mado), dan Desa Duwanur, Waiwadan dan Daniboa (Adonara Barat).

Sedangkan juga terdata sebanyak 256 jiwa warga mengungsi di Balai Desa Nelemawangi dan sejumlah warga lainnya mengungsi di Balai Desa Nelelamadike.

Selain di Flores Timur, banjir bandang juga melanda Kabupaten Sumbawa Timur. Hujan dengan intensitas tinggi sejak Minggu (4/4/2021) menyebabkan empat kecamatan yaitu Kecamatan Kambera, Pandawai, Karera dan Wulawujelu terdampak banjir akibat meluapnya sungai di wilayah tersebut.

Berdasarkan informasi BPBD Kabupaten Sumba Timur sebanyak 54 KK atau 165 jiwa mengungsi, sedangkan 109 KK atau 475 KK terdampak banjir.

Korban jiwa juga tercatat di Kabupaten Lembata, yaitu sebanyak 11 orang meninggal dunia dan 16 lainnya hilang. Banjir bandang tersebut terjadi pada Minggu (4/4/2021), pukul 19.00 waktu setempat.

Banjir melanda dua kecamatan di Lembata, yaitu Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur. Desa-desa terpapar di dua kecamatan ini antara lain Desa Waowala, Tanjung Batu, Amakala, Jontona, Lamawolo dan Waimatan.

Kupang juga tidak lepas dari dampak siklon Seroja. Angin kencang, longsor, banjir rob dan gelombang pasang melanda ibukota NTT itu. Sebanyak 743 KK atau 2.190 warga Kupang terdampak. Selain itu, 10 rumah warga mengalami rusak sedang dan 15 titik akses jalan tertutup pohon tumbang.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati dilansir Antara mengatakan, bencana juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Malaka Tengah dan Ngada berupa angin kencang yang melanda dua kecamatan di Kabupaten Ngada.

Desa terdampak yaitu di Kelurahan Kisantara, Lebijaga, Bajawa, Tanalodu (Kecamatan Bajawa) dan Kelurahan (Riung) menyebabkan enam KK terdampak dan satu luka berat. Sedangkan kerugian berupa rumah rusak sedang dua unit dan rusak berat empat unit, gedung pengadilan rusak sedang satu unit, kapal tenggelam satu unit dan enam titik ruas jalan tertutup pohon tumbang.

Siklon Seroja

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button