Nasional

Serikat Pekerja Tolak Komersialisasi Vaksinasi

INDOPOSCO.ID – Program vaksinasi untuk mencegah penularan Covid-19 menjadi tugas negara. Pemberian vaksin termasuk pembiayaannya jadi tanggung jawab negara.

“Program vaksinasi gotong royong dan vaksinasi berbayar secara individu pembiayaannya tanggung jawab negara,” tegas Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal di Jakarta, Senin (12/7/2021).

Ia menilai, program vaksin gotong royong dan vaksin berbayar secara individu telah menguntungkan pihak tertentu. Dan, menurut dia, negara telah abai memperhatikan hak sehat warga negara dengan vaksinasi berbayar.

“Kami khawatir ada jual beli harga yang dikendalikan oleh produsen,” ungkapnya.

Demikian pula pada vaksin gotong royong, menurut dia, program tersebut bisa serupa seperti program rapid tes. Semula program Rapid tes digratiskan, namun kemudian dikomersialkan dengan harga yang mahal.

“Awalnya vaksin gotong royong dibiayai perusahaan, tetapi ke depan kami khawatir biaya akan dibebankan kepada buruh,” ungkapnya.

Dia menyebut, jumlah perusahaan menengah ke atas yang mampu membayar vaksin tidak lebih dari 10 persen dari total jumlah perusahaan di Indonesia. Dengan demikian, hanya 20 persen dari total jumlah pekerja di seluruh Indonesia yang perusahaannya mampu membayar vaksin gotong rotong.

“Berarti hampir 90 persen dari total jumlah perusahaan di seluruh Indonesia atau lebih dari 80 persen dari total jumlah pekerja di Indonesia, perusahaannya tidak mampu membayar vaksin gotong royong,” terangnya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2020 jumlah buruh formal sekitar 56,4 juta orang. Sedangkan buruh informal sekitar 75 juta orang. Jumlah buruh di Indonesia ada sekitar 130 jutaan orang.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin telah menetapkan harga vaksin gotong royong buatan Sinopharm adalah Rp 321.660 per dosis, di mana tarif pelayanan vaksinasi belum termasuk di dalam harga tersebut.

Dijelaskan, bahwa tarif pelayanan vaksinasi sebesar Rp 117.910 per dosis. Dengan demikian, jika dijumlahkan total harga sekali penyuntikan Rp 439.570 atau berkisar 800-an ribu untuk 2 kali penyuntikan. (nas)

Sponsored Content
Back to top button