Megapolitan

Senpi Korban Bunuh Diri di Kota Tangerang Milik Bapaknya

INDOPOSCO.ID – Mahasiswa bernama Bernard Christian Ongo (17), warga Banjar Wijaya, Cluster Italy, Blok B17 B-7, RT003/015, Kelurahan Poris Plawad Indah, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, tewas bersimbah darah akibat bunuh diri mengunakan senjata api (Senpi), pada Jumat (10/9/2021) sekitar pukul 04.30 WIB. Senjata api yang digunakan untuk aksi bunuh diri tersebut adalah milik bapaknya sendiri.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh kepolisian dari saksi Albert Christly (kakak korban) diketahui bahwa pada saat kejadian yang berada di rumah ada tiga orang yakni ibu korban (Megawati Gunawan), kakak korban Albert Christly dan korban. Sementara ayah mereka sedang berada di Kalimantan Timur (Kaltim).

“Saya kuliah di Australia dan dari bulan Desember lalu pulang dan belum kembali ke Australia karena belajar daring. Saat ini saya tinggal di rumah hanya bertiga. Saya, ibu dan adik, karena ayah di Kaltim. Selama ini kami baik- baik saja, saya juga tidak melihat adik saya ada masalah, sepengetahuan saya tidak ada temannya yang sering datang, tetapi adik yang main ke temannya, dan sepengetahuan saya belum punya pacar,” ujar kakak korban Albert Christly sebagaimana disampaikan dalam laporan kepolisian.

Kepada pihak kepolisian, Albert juga menyampaikan bahwa adiknya (korban) baru masuk kuliah di Universitas Hang Tuah Surabaya dan baru Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Ospek) satu hari melalui daring.

Albert mengatakan, ayah mereka adalah anggota Persatuan Menembak dan Berburu Seluruh Indonesia (Perbakin).

“Bapak adalah anggota Perbakin dan Bernard pernah diajak latihan nembak oleh bapak,” ujarnya.

Sekitar pukul 11.30 WIB sampai dengan pukul 12.30 WIB, tim Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Polres Metro Tangerang Kota melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP) dan pengecekan Closed Circuit Television (CCT) disaksikan ibu dan kakak korban.

Dari petunjuk CCTV Tim Jatanras Polres Metro Tangerang Kota memperoleh informasi, pada pukul 03.05 WIB, korban keluar dari kamar yang berada di lantai dua dan selanjutnya turun ke bawah menuju ruang makan dan di ruang makan tersebut ada sebuah kotak brankas (tempat senjata) yang tidak jauh dari kamar ibunya.

Kemudian korban membuka brankas lalu mengambil Senpi tersebut, lalu korban menembak sendiri ke arah keningnya (kepala bagian depan ). Tidak lama kemudian ibunya keluar dari kamar dan melihat anaknya (korban) sudah tergelak bersimbah darah

Selanjutnya kakak korban juga turun dari lantai dua dan melihat Ibunya sudah menangis disamping adiknya (korban).

Senjata adalah milik bapak korban sebagai anggota Perbakin. Terkait legalitas senjata masih dilakukan penyelidikan Jatantras Polres Metro Tangerang Kota.

Kepala Sub Bagian (Kasubag) Humas Polres Metro Tangerang Kota, Kompol Abdul Rachim, ketika dihubungi Indoposco.id, Jumat (10/9/2021) menjelaskan berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) tim dari Polres Metro Tangerang Kota, ditemukan barang bukti berupa satu pucuk senjata api jenis Glock-43 warna hitam, selongsong dan proyektil peluru.

“Jenazah sudah di rumah sakit (RS) dan sedang dilakukan penyelidikan,” ujar Rachim. (dam)

Sponsored Content
Back to top button