Nasional

Sekolah Lapang, Kementan Genjot Kapasitas Petani Daerah Irigasi

INDOPOSCO.ID – Apabila sektor pertanian ingin berkembang, maka sebelum membangun sarana prasarana dan menyiapkan alat mesin pertanian (Alsintan), tingkatkan dahulu kapasitas petani dan penyuluh selaku sumberdaya manusia (SDM) pertanian, pengungkit utama produktivitas pertanian.

Jepang membuktikannya. Bertekuk lutut pada Sekutu pada 8 Agustus 1945, mendiang Kaisar Hirohito memilih menemui guru di seantero Negeri Sakura –bukan insinyur maupun serdadu– untuk mendidik generasi muda agar Jepang segera bangkit. Terbukti, inovasi teknologi membuat Jepang bangkit, mengimbangi dominasi Barat.

Semangat membangun SDM pertanian, terus diupayakan oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) RI melalui Program Integrasi Partisipasi Pertanian dan Manajemen Irigasi/Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Project (IPDMIP) pada 74 kabupaten di 16 provinsi.

“Faktor utama pengungkit produktivitas pertanian adalah SDM pertanian. Kontribusi terbesar setelah benih, pupuk, sarana prasarana dan alsintan,” kata Kepala BPPSDMP Kementan Dedi Nursyamsi.

Dia mendukung langkah Kementan didukung IPDMIP menggelar kegiatan Sekolah Lapang (SL) sebagai sarana penyuluhan, pendidikan dan pelatihan pada petani di daerah irigasi (DI) yang dibidik IPDMIP. Cakupannya 875.249 hektare (ha) atau 778 DI dan jaringan irigasi direhabilitasi seluas 330.037 ha, di antaranya SL IPDMIP pada 10 DI di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat baru-baru ini.

“SL IPDMIP akan memberikan banyak pengetahuan baru untuk petani. Pengetahuan itu harus bisa diserap dan diimplementasikan ke lahan masing-masing,” ujar Dedi.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button