Nasional

Sekolah Lapang, Kementan Dorong Petani Terapkan Metode Ubinan

INDOPOSCO.ID – Untuk mengetahui tingkat produktivitas tanaman pangan, khususnya padi, Kementerian Pertanian (Kementan) RI mendorong petani melakukan panen ubinan, sehingga mewakili hasil hamparan sawah, dari jarak tanam dengan pola Jajar Legowo maupun sistem tegel.

Langkah tersebut ditempuh Kementan didukung Program Integrasi Partisipasi Pertanian dan Manajemen Irigasi/Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program (IPDMIP) mengajak petani daerah irigasi (DI) melalui Sekolah Lapang IPDMIP (SL) yang tersebar pada 74 kabupaten di 16 provinsi agar memahami praktik ubinan.

Kegiatan SL topik ubinan baru-baru ini digelar di Desa Tritunggal, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur yang diikuti 25 peserta. Masih di Lamongan, petani DI Keyongan, khususnya kelompok tani (Poktan) Mekar Sari di Desa Tritunggal, Kecamatan Babat. Tujuan SL mempelajari dan menerapkan pengubinan padi lahan demonstration plotting (Demplot) dari padi varietas Inpari 32 teknik jajar legowo 2:1.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi menegaskan, kegiatan SL IPDMIP bertujuan meningkatkan kapasitas dan kompetensi petani dan penyuluh, yang materinya bermanfaat untuk membuka wawasan dan menambah pengetahuan, sehingga dapat diterapkan pada lahan masing-masing petani, serta direplikasi oleh petani lain pada kelompok tani (poktan) dan gabungan kelompok tani (gapoktan).

“Menjaga ketahanan pangan bisa dilakukan jika terus menanam. Memanfaatkan semua lahan tersedia. Petani dan penyuluh pun harus terus turun ke lapangan untuk memastikan produksi pertanian terus terjaga,” katanya.

Hal itu, lanjut Dedi, sejalan instruksi Menteri Pertanian (Mentan) RI Syahrul Yasin Limpo tentang manfaat ubinan, atau pengambilan sampel, agar tidak ada perbedaan data, misalnya definisi lahan baku sawah yang bergeser penggunaannya untuk menanam jagung.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button