Nusantara

Sebanyak 40 Persen RW di Yogyakarta Jadi Kawasan Tanpa Rokok

INDOPOSCO.ID – Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi menjelaskan kalau 40 persen Rukun Warga (RW) di D.I. Yogyakarta sudah menyatakan diri sebagai Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

“Sudah 40 persen RW menyatakan KTR. Artinya di sana sudah tidak ada lagi orang merokok di rumah, tidak ada lagi orang merokok saat rapat kecuali di tempat-tempat yang ditunjuk oleh RW untuk merokok,” tutur Heroe Poerwadi dalam webinar bertajuk” Kabupaten atau Kota Layak Anak Mendukung Target RPJMN 2020-2024 Untuk Penurunan Perokok Anak” yang dipantau secara daring oleh Antara, Kamis (12/8/2021).

Ia menambahkan di beberapa RW, tempat yang diperbolehkan untuk merokok merupakan wilayah pemakaman. “Apalagi ada beberapa tempat yang ditunjuk (sebagai tempat merokok) itu di kuburan,” ucapnya.

anymind

Untuk meniadakan iklan rokok di Kota Yogyakarta, pihaknya menjalankan langkah-langkah secara bertahap melalui penerbitan peraturan-peraturan yang membatasi tempat-tempat yang bisa dipasangi iklan rokok.

Heroe menjelaskan saat ini jumlah iklan rokok di DIY sedikit, tetapi untuk mengubah perilaku masyarakat membutuhkan proses yang panjang. Pemkot Yogyakarta sudah menerbitkan Peraturan Daerah Kota Yogyakarta No 2 Tahun 2017 Mengenai Kawasan Tanpa Rokok.

Pembatasan iklan rokok serta kawasan tanpa rokok merupakan salah satu upaya dalam menciptakan DIY sebagai Kota Layak Anak. Kota Yogyakarta sudah mendapat predikat Kota Layak Anak tingkat Utama pada 2021.

Heroe menceritakan upaya untuk mewujudkan hal tersebut dilakukan melalui proses yang panjang. “Di tingkat DPRD butuh 2 tahun karena kita harus memastikan teman-teman di dewan membangun Perda Kawasan Tanpa Rokok,” tuturnya.

Tidak hanya Perda Kawasan Tanpa Rokok, pihaknya juga telah menerbitkan berbagai Perda yang pro perlindungan perempuan serta anak diantaranya Perda ASI, Perda Ketahanan Keluarga, Perda Hak-hak Disabilitas serta Perda Reklame. (mg2/wib)

Sponsored Content
Back to top button