Nasional

Sayangkan Impor Beras, Akademisi Untirta: Optimalkan Hasil Panen Petani

INDOPOSCO.ID – Akademisi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Aliyth Prakarsa menyayangkan adanya kebijakan impor 1 juta ton beras melalui Perum Bulog untuk memenuhi cadangan beras nasional. Menurut Aliyth, secara ekonomi dan psikologi, hal tersebut akan merugikan petani di saat pandemi seperti ini.

“Panen raya bagi petani itu seperti kabar gembira. Masyarakat di Lebak, Banten misalnya, meski tidak semua petani menkonsumsi sendiri hasil panennya, namun ada juga sebagian petani yang menjual, bahkan tak sedikit juga yang berharap dapat diserap Bulog sesuai dengan HPP. Tentu sudah terbayangkan kegembiraan para petani untuk menanggulangi kesulitan ekonomi selama pandemi,” katanya saat dihubungi, Jumat (5/3/2021).

Menurut Aliyth yang juga Peneliti Ketahanan Pangan, sekarang ini yang seharusnya Bulog lakukan adalah memastikan menyerap hasil panen di tingkat petani.

“Tapi, adanya impor beras tentunya akan memudarkan kegembiraan mereka, apa jadinya jika hasil panen petani tidak terserap,” ujar Aliyth.

Senada dengan Aliyth, Direktur Eksekutif Rumah Ekonomi Rakyat, Taufik Amrullah juga mempertanyakan keputusan impor beras menjelang panen raya yang puncaknya terjadi pada bulan April nanti. Padahal, Kementerian Pertanian menurutnya berhasil meningkatan produksi padi melalui percepatan tanam padi atau perluasan lahan walaupun dalam ancaman perubahan iklim yang ekstrem.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button