Ekonomi

Rupiah Melemah Tunggu Kepastian PPKM

INDOPOSCO.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin sore, melemah seiring pelaku pasar yang menunggu kepastian keberlanjutan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Rupiah ditutup terkoreksi 10 poin atau 0, 07 persen ke posisi Rp14.363 per dolar AS dibanding posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.353 per dolar AS.

“Disaat ini pemerintah akan memutuskan kelanjutan PPKM Level 4, dilanjutkan atau tidak,” tutur Research& Education Coordinator Valbury Asia Futures Nanang Wahyudin saat dihubungi di Jakarta, Senin (9/8/2021).

Nanang menjelaskan jumlah kasus Covid-19 di Jawa Bali disaat ini melandai, akan tetapi di luar Jawa Bali justru mengalami kenaikan. Hal itu tentunya akan menjadi pertimbangan pemerintah.

“Ini akan memberikan pengaruh serta kemungkinan besar terjadi perpanjangan. Di ibukota, terjadi penyusutan yang cukup drastis, ini juga jadi sentimen. Mungkin akan ada penurunan level 4 menjadi level 3,” ucap Nanang seperti dikutip Antara, Senin (9/8/2021).

Jumlah kasus harian Covid-19 di tanah air semakin turun di mana pada Minggu (8/8) kemarin, jumlah kasus baru mencapai 26.415 kasus sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 3,66 juta kasus.

Walaupun begitu, jumlah kasus meninggal akibat terpapar Covid-19 masih tinggi yakni bertambah 1.498 kasus sehingga totalnya mencapai 107.096 kasus.

Sementara itu, sebanyak 3,08 juta orang sudah dinyatakan sembuh sehingga total kasus aktif Covid-19 mencapai 474.233 kasus.

Pelaku pasar juga memandang positif pertumbuhan ekonomi Indonesia yang positif pada kuartal II 2021 yakni mencapai 7,07 persen (yoy).

Walaupun begitu, kekhawatiran kembali terkontraksinya ekonomi pada semester II 2021 juga muncul seiring merebaknya varian delta.

“Untuk faktor eksternal yaitu efek positif data tenaga kerja AS baik tingkat pengangguran, non farm payroll, pendapatan per jam di AS yang secara keseluruhan menunjukkan hal yang positif, akan memberikan dorongan terhadap penguatan indeks dolar berada pada 92,78 per hari ini,” tutur Nanang.

Di tengah membaiknya data ekonomi AS, lanjut Nanang, pelaku pasar juga terus mencermati sinyal dari bank sentral AS The Fed, terkait pengetatan stimulus atau tapering.

Pada rapat terakhirnya pada minggu lalu, The Fed melaporkan tapering tidak akan segera dilakukan dalam waktu dekat mengingat laju inflasi serta data ekonomi yang kurang begitu baik.

“Di satu sisi, minggu ini akan dirilis data indeks konsumen serta indeks data produsen pada Rabu dan Kamis,” ucap Nanang.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp14.370 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.363 per dolar AS hingga Rp14.385 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Senin melemah ke posisi Rp14.378 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.369 per dolar AS. (mg2)

Sponsored Content
Back to top button