Megapolitan

Road Bike Melintas Bukan di Jalur Sepeda Timbulkan Masalah

INDOPOSCO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengizinkan pesepeda road bike melintasi di luar jalur khusus sepeda jalan Sudirman-Thamrin di hari kerja Senin-Jumat. Hanya saja, berlaku pada jam tertentu dari pukul 05.00 – 06.30 WIB.

Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno mengingatkan bahwa penerapan kebijakan tersebut harus tetap memperhatikan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan lain. Dengan mengikuti aturan rambu lalu lintas.

“Tidak hanya jam (izin melintas), namun ketertiban selama menggunakan juga harus dipatuhi, seperti harus ikuti aturan traffic light di persimpangan, maksimal 10 baris dalam satu peleton. Jangan terlalu panjang,” kata Djoko melalui gawai, Jakarta, Selasa (1/6/2021).

Ia mengusulkan penggunaan di luar jalur khusus sepeda permanen diberlakukan hanya waktu libur maupun akhir pekan. Usulan itu bukan tanpa alasan, karena pada hari kerja kendaraan lebih padat.

“Di setiap pintu keluar dari gedung atau perkantoran harus ada petugas yang jaga, khawatir ditabrak kendaraan yang keluar, jangan setiap hari. Cukup di waktu libur dan akhir pekan,” tutur Djoko.

Sebenarnya lajur sepeda sudah dibangun yang tujuannya untuk perubahan menjadikan sepeda sebagai transportasi, untuk kerja setiap hari bukan olahraga.

“Kalau olahraga dengan roadbike memang harys di stadium. Seperti halnya balapan motor/mobil ya di sirkuit bukan balapan di jalan raya,” ujar dosen Teknik Sipil di Universitas Katolik Soegijapranata itu.

Ia meragukan kebijakan izin melintas bagi pesepeda road bike di kawasan Sudirman-Thamrin itu dapat menjadi solusi, akibat viralnya pemotor mengacung jari tengah kepada rombongan pesepeda karena berada di jalur kanan.

“Kita lihat saja selanjutnya, dengan kebijakan tersebut apakah masih menimbulkan masalah baru atau sudah bisa menyelesaikan persoalan,” ucapnya.

Belum lagi, jika ada tuntutan lain dari para peseda lainnya dalam berkendara menggunakan jalur yang sama. Dia mengkhwatirkan kebijakan itu memunculkan masalah baru.

“Akan menimbulkan masalah lagi, karena tuntutan berikutnya di sisi sebelah kiri atau kanan. Kalau sebelah kiri pasti akan tersendat banyak gangguan kendaraan keluar masuk (gedung), lain halnya di sisi kanan dekat lebih lancar tanpa gangguan keluar masuk kendaraan,” tandasnya. (dan)

Sponsored Content
Back to top button