Headline

Road Bike Dapat Keistimewaan, Pengamat Bilang Begini

INDOPOSCO.ID – Kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang memberikan keistimewaan bagi kelompok pesepeda road bike mengundang banyak kritik. Melintas pada jalur kendaraan bermotor, misalnya.

Pengamat transportasi dari Universitas Katolik Soegijapranata, Djoko Setijowarno mengatakan, road bike ialah bersepeda olah raga, seharusnya gunakan fasilitas olah raga sepeda.

Sementara jalan raya umumnya digunakan sepeda untuk bertransportasi maupun menunjang aktivitas sehari-hari.

“Sebenarnya, lajur sepeda sudah dibangun yang tujuannya untuk shifting ke sepeda untuk kerja tiap hari bukan untuk olah raga,” kata Djoko melalui gawai dari Jakarta, Sabtu (12/6/2021).

Keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan yang lain juga harus diperhatikan. Jika mau sebebas bebasnya, dapat menggunakan velodrome di Rawamangun.

“Kalau olahraga dengan road bike memang harus di stadium, Seperti halnya balapan motor atau mobil di sirkuit, bukan balapan di jalan raya,” tuturnya.

Seperti yang diatur Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 284 yang mengatur kewajiban bagi pengemudi kendaraan bermotor mengutamakan keselamatan pejalan kaki dan pesepeda.

Terdapat juga peraturan dalam penggunaan ruang jalan, yakni sebagaimana dalam Pasal 122 yang melarang kendaraan tidak bermotor menggunakan jalur kendaraan bermotor.

“Jika pesepeda balap memilih untuk menggunakan ruang jalan, sebagai bagian dari pengguna jalan dengan kedudukan yang sama di mata hukum,” ucap Djoko.

Pemprov DKI Jakarta juga berencana membuat lintasan road bike permanen di Jalan Layang Non-Tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang pada Sabtu dan Minggu pukul 05.00-08.00 WIB. (dan)

Sponsored Content
Back to top button