Nusantara

Rektor Untirta Minta Pemotong Dana Hibah Ponpes Diproses Hukum

INDOPOSCO.ID – Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtyasa (Untirta) Banten, Prof DR Fatah Sulaeman yang juga mantan Ketua Forum Silaturahim Pondok Pesantren (FSPP) Banten, mendukung langkah Gubernur Banten Wahidin Halim, melaporkan kasus dugaan pemotongan dana hibah untuk Pondok Pesantren (Ponpes) kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten.

Meski Fatah tidak lagi menjabat sebagai Ketua FSPP sejak tahun 2015 lalu, karena fokus memimpin Untirta, namun pria kelahiran Serang 6 Oktober 1968 ini sepakat, jika terbukti ada pemotongan dana hibah ponpes siapapun pelakunya harus diproses secara hukum.

”Kalau memang terbukti ada pemotongan, siapapun pelakunya harus mengikuti proses hukum yang berlaku,” tegasnya kepada INDOPOSCO, Senin (12/4/2021)

Hal senada disampaikan koordinator Komisi V DPRD Banten, M Nawa Said Dimyati yang meminta agar aparat penegak hukum tidak ragu untuk memproses hukum pelaku yang terbukti memotong dana hibah, atau menjadi calo dalam penerimaan dana hibah untuk pondok pesantren tersebut.

”Saya sangat sepakat dengan langkah Pak Gubernur yang melaporkan kasus dugaan pemotongan dana hibah ponpes ke aparat penegak hukum, agar pelakunya mendapat hukuman yang setimpal,” ujar pria yang akrab disapa Cak Nawa ini.

Cak Nawa menambahkan, jika nanti dalam penyelidikan ataupun penyidikan aparat penegak hukum menemukan adanya pemotongan dana hibah oleh oknum tertentu, tentunya pengawasan yang dilakukan oleh instansi terkait di Pemprov Banten patut dipertanyakan.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button