Nasional

PTM Terbatas Tahun Ajaran Baru 2021/2022, DPR: Ini Catatan Penting untuk Pemerintah

INDOPOSCO.ID – Komisi X DPR RI terus melakukan evaluasi persiapan pembukaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas pada tahun ajaran baru Juli mendatang. Terutama kesiapan sekolah.

“Kesiapan sekolah menjadi faktor utama, jadi harus diperhatikan serius. Kalau sekolah tidak siap, jangan membuka PTM terbatas,” tegas Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Demokat Debby Kurniawan melalui gawai, Sabtu (5/6/2021).

Data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dari dua belas sekolah hanya empat sekolah yang siap membuka PTM terbatas. “Kami terus meminta update terakhir kesiapan sekolah dalam penerapan PTM terbatas,” ungkapnya.

Data dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Riset, Teknologi (Kemendikbudristek) menyebut beberapa kendala PTM terbatas masih ditemukan di lapangan. Kendati, kebijakan tersebut tetap diberlakukan pada Juli mendatang.

Ia menyebut, ada beberapa pertimbangan pembukaan PTM terbatas. Di antaranya hilangnya minat belajar siswa (learning loss). Lalu angka putus sekolah (APS) yang menyebabkan anak menjadi pekerja.

“Kemiskinan terutama pada mereka di golongan menengah ke bawah akibat pandemi, menyebabkan anak mereka beralih profesi jadi pekerja informal,” katanya.

Dengan penerapan PTM terbatas, menurutnya bisa mencegah loss learning terlalu jauh. Dan menarik lagi anak yang sudah bekerja, untuk kembali ke sekolah.

“PJJ menjadi penyumbang pernikahan dini, ini tidak bisa dibiarkan. Anak kembali ke sekolah, akan menjadikan aman,” ungkapnya.

Ia menegaskan, persiapan yang harus dipenuhi sekolah dalam membuka PTM terbatas, di antaranya: vaksinasi bagi guru dan tenaga kependidikan. Hingga saat ini, menurutnya, vaksinasi baru dilakukan kepada 1,3 juta guru.

“Target vaksinasi pemerintah 5,6 juta guru. Dan ini masih jauh dari target. Karena vaksinasi menjadi syarat PTM terbatas,” ucapnya. (nas)

Sponsored Content
Back to top button