Nusantara

Prokes Ketat di Ngaben Massal di Denpasar

INDOPOSCO.ID – Protokol kesehatan diterapkan dalam pelaksanaan upacara Ngaben massal di kuburan Desa Adat Padangsambian, Kota Denpasar, Provinsi Bali, Minggu, pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

“Kami menggelar upacara Ngaben ini dengan prokes (protokol kesehatan) yang ketat dan sudah sesuai dengan hasil rapat bersama Kapolsek, Danramil, Satgas COVID-19, dan juga lurah,” kata Ketua Panitia Ngelungah, Ngaben, dan Memukur, Jero Mangku Made Puja.

Setiap warga yang terlibat dalam pelaksanaan upacara pembakaran jenazah itu wajib mengenakan tanda nama yang telah disiapkan panitia. Warga yang tidak mengenakan tanda nama tidak diizinkan memasuki area kuburan untuk mencegah terjadinya kerumunan.

Di pintu masuk setra atau permakaman ada pecalang yang berjaga dan mengecek suhu tubuh warga yang hendak menghadiri upacara Ngaben. Selama upacara, hadirin juga diminta menjaga jarak minimal 1,5 meter dengan orang lain.

Petugas Satuan Tugas Penanganan COVID-19 mengawasi pelaksanaan upacara dan panitia terus mengingatkan warga yang terlibat dalam upacara untuk menerapkan protokol kesehatan.

Dalam upacara itu ada 42 sawa atau jenazah yang diaben. Sedangkan upacara ngelungah dilakukan untuk 64 bayi atau janin yang sudah meninggal dunia.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button