Headline

PPKM Diperpanjang, Dikhawatirkan Terjadi Learning Loss pada Siswa

INDOPOSCO.ID – Keputusan pemerintah memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di wilayah Jawa-Bali, memunculkan kekhawatirannya soal Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Menurut Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Satriawan Salim, persoalan PJJ yang jadi masalah ialah gap digital yang masih tersentral di daerah tertentu. Jakarta atau Pulau Jawa misalnya.

“Sejauh ini kami perhatikan di Jawa-Bali persoalan PJJ ini kan lebih kepada disparitas kesenjangan digital,” kata Satriawan melalui gawai di Jakarta, Kamis (12/8/2021).

Maka tidak semua murid memperolah pelayanan pendidikan. Karena terbatasnya akses digital, artinya mereka tidak punya laptop, gawai atau sinyal internetnya susah.

“Pemerintah harus melakukan pembenahan ketimpangan digital untuk mendukung PJJ,” ujar Satriawan.

Selama pelaksanaan pembelajaran melalui daring yang telah berjalan satu tahun lebih, P2G belum lama melakukan survei terhadap para orang tua di 168 kota/kabupaten 34 provinsi.

“43,9 persen orang tua ingin tatap muka, walaupun kondisinya waktu itu pertengah Juli PPKM darurat,” imbuhnya.

Ia mengungkap, bahwa diantara alasan orang tua setuju belajar di sekolah karena para siswa sudah bosan, kemudian mereka kecanduan gim online.

“2 hal ini yang terbesar saya lihat. Jadi PJJ tidak ideal. PJJ yang kita lakukan juga tidak efektif,” kritik Satriawan.

Sehingga menyebabkan terjadinya learning loss, yang merupakan menurunnya kompetensi belajar siswa. Lantaran berkurangnya intensitas interaksi dengan guru saat proses pembelajaran.

“PJJ yang tidak efektif ini melahirkan, learning loss. Anak belajar online tapi, sebenarnya tidak belajar,” ucap Guru PKN SMA Labschool Jakarta itu.

“Tentu akan berdampak jangka panjang tingkat kesehatan mental anak, karena kecanduan gim. Namun, di sisi lain ada prioritas terhadap kesehatan dan keselamatan,” tandasnya. (dan)

Sponsored Content
Back to top button