Nasional

Polisi Ungkap Penipuan Obligasi Dragon Rp 36 Miliar

INDOPOSCO.ID – Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Badan Reserse Kriminal Polri menungkap perkara dugaan tindak pidana penipuan dan pencucian bisa uang berkedok investasi obligasi. Dengan nilai kerugian ditaksir mencapai Rp36 miliar.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan, kasus itu bermula dari laporan masyarakat pada 16 mei 2021. Kemudian penyidik menindaklanjuti dan telah menetapkan sejumlah tersangka.

“Pada 25 mei 2021 penyidik Bareskrim Polri melakukan penangkapan terhadap beberapa tersangka. berinisial JM dan AM,” kata Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (2/6/2021).

Modus yang dilakukan tersangka ialah menjanjikan akan memberikan keuntungan atau investasi pada korban, dalam bentuk obligasi yang dinamakan obligasi Dragon.

“Obligasi tersebut adalah fiktif dan kegiatan ini telah berlangsung selama 3 tahun sejak tahun 2019 sampai dengan saat ini,” tutur Ahmad.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Helmy Santika menyatakan, sebagamana diketahui obligasi merupakan surat utang yang bisa jadi salah satu pilihan investasi. Namun dalam perkara ini dijadikan alat untuk menipu.

Kedua tersangka itu disangkakan pasal 372 KUHP, 378 KUHP, dan pasal 345 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang tindak pidana pencucian uang. Keduanya juga disangkakan Pasal 36 dan 37 UU nomor 7 tahun 2017 tentang mata uang.

“Jadi pasal yang disangkakan dalam pengungkapan ini adalah penipuan dan atau penggelapan dan pencucian uang,” ujar Helmy.

Dalam pengembangan kasus ini, polisi telah melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap para tersangka di lokasi yang berbeda. “Kedua orang ini ditangkap di lokasi berbeda. Yang satu ditangkap di Tegal. Kemudian yang satu ditangkap di Cirebon Kota,” ungkapnya.

Helmy mengungkap nilai kerugian yang dialami para korban obligasi bodong itu cukup fantastis. Mengingat masih banyak kerugian lainnya yang ditaksir capai Rp36 miliar.

“3 orang korban (Inisal R, W, dan S) ini kerugian sekitar kurang lebih Rp3 miliar. Bahkan dari informasi yang ada korban-korban yang lain ini kemungkinan bisa mencapai sekitar Rp36 miliar,” ungkapnya.

Adapun barang bukti yang diamankan yaitu 9.800 lembar pecahan 5.000 won korea. Kemudian 2.100 lembar pecahan 1 juta euro, 2.600 lembar pecahan 100 USD. Juga sejumlah kendaraan dan barang bukti berupa obligasi.

“Kita sita Mobil honda CRV, jeep, mobil hilux. Ada motor juga mulai dari ninja kawasaki, honda. Lalu ditemukan pecahan mata uang. diduga ini palsu, termasuk obligasi yang disebut obligasi China,” bebernya. (dan)

Sponsored Content
Back to top button