Megapolitan

Polisi Bubarkan Kegiatan Olahraga di Grand Wisata Tambun

INDOPOSCO.ID – Kegiatan olahraga yang tengah dilakukan warga di kawasan Grand Wisata Tambun, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat dibubarkan personel Satuan Lalu Lintas Polres Metro Bekasi , Minggu (11/7/2021). Petuga menggunakan pengeras suara dari mobil patroli lalu lintas untuk membubarkan kerumunan itu.

“Di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, kegiatan olahraga dilarang, hanya boleh dilakukan di rumah atau minimal di depan rumah,” kata Kasat Lalu Lintas Polres Metro Bekasi AKBP Argo Wiyono seperti dikutip Antara.

Dikatakan, pembubaran dilakukan ketika petugas yang tengah berpatroli mendapati sejumlah kerumunan warga sedang melakukan olahraga di sepanjang jalan kawasan Grand Wisata. “Langsung kami bubarkan, kami imbau agar mereka segera kembali ke rumah masing-masing,” katanya.

Argo menjelaskan warga dibubarkan saat sedang berolahraga sepeda, lari, dan juga berjalan kaki. Jumlah warga yang beraktivitas dikhawatirkan akan memicu terjadinya kerumunan. “Walaupun sudah memakai masker, tapi banyak dari mereka yang tidak menggunakannya dengan benar. Banyak warga yang berolahraga juga membuat kerumunan,” ujar Argo.

Sesuai ketentuan PPKM Darurat, kata dia, aktivitas olahraga dilarang untuk dilakukan di area publik terlebih dalam jumlah yang relatif besar. Olahraga hanya boleh dilakukan di rumah maupun halaman depan rumah.

“Bukan olahraganya yang tidak boleh, tapi saat PPKM Darurat masyarakat dilarang melakukan aktivitas olahraga di luar lingkungan permukimannya, termasuk bersepeda atau gowes maupun jogging,” katanya. Tak hanya itu, kata Argo, sejumlah pedagang juga diimbau untuk menutup lapak dan hanya boleh melayani take away alias layanan makan dibungkus dan dibawa pulang.

“Lapak kami suruh tutup, maksudnya itu kan pada gelar kursi sama karpet, maka kami minta dilipat dan tidak disediakan untuk makan di tempat,” ujarnya.

Dia meminta masyarakat melakukan aktivitas di rumah saja selama masa PPKM Darurat. Mereka yang boleh keluar hanya untuk kepentingan bekerja di sektor esensial dan kritikal serta untuk membeli kebutuhan pokok. “Selebihnya kalau tidak ada kepentingan dan hanya untuk main-main saja, diminta untuk di rumah,” cetusnya. (wib)

Sponsored Content
Back to top button