Megapolitan

Polda Metro Tidak Sekat Jalur Tikus

INDOPOSCO.ID – Dirlantas Polda Metro Jaya Kombespol Sambodo Purnomo Yogo mengakui bahwa pihaknya tidak bisa menjaga seluruh jalur tikus di 100 titik penyekatan Jakarta saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Sebab, selain jumlah jalur tikus yang terlalu banyak, hal tersebut juga dianggap tidak efektif.

Dikatakan Sambodo, jalur pintas atau jalur tikus yang dipakai pengendara menuju luar Jakarta pada akhirnya juga akan melewati jalan utama. Di mana, di jalan utama itu ada penyekatan oleh petugas PPKM Darurat.

“Silakan mau melewati jalur manapun, jalur tikus atau jalur pintas. Tetapi, begitu mereka masuk kota maka jalan kita sekat,” tegas Sambodo dalam keterangannya kepada wartawan di Polda Metro Jaya.

“Selain tidak efektif, penyekatan di jalur tikus membutuhkan banyak petugas,” bebernya. Dia yakin dengan teknik penyekatan di sekitar kota besar, mobilitas warga yang keluar masuk DKI bisa ditekan maksimal.

Sambodo menambahkan, jam operasional penyekatan selama pemberlakuan PPKM Darurat masih tetap seperti semula dan belum berubah. Yaitu
Mulai pukul 06.00 hingga 10.00 WIB. Selama penyekatan, kendaraan yang bisa lewat hanya orang-orang yang bekerja di sektor kritikal dan esensial. Sementara setelah pukul 10.00 hingga 22.00 kendaraan yang bisa lewat hanya para tenaga kesehatan dan pihak kategori darurat seperti TNI dan Polri.

“Untuk waktu pukul 22.00 hingga 06.00 WIB penyekatan dibuka dan masyarakat bisa kembali melewati titik tersebut,” ujarnya.

Selain di dalam kota dan batas kota Jakarta, Polda Metro Jaya juga menyekat di sejumlah kawasan penyangga antara lain 13 titik wilayah Bekasi,
enam titik di Tangerang Selatan, satu titik di Kota Tangerang dan sembilan titik di Depok. (bro)

Sponsored Content
Back to top button