Nusantara

Polda Banten Berhasil Gagalkan Penyelundupan Ribuan Ekor Benih Lobster

INDOPOSCO.ID – Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud) Kepolisian (Polda) Banten berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 9.832 benih lobster atau benur.

Direktur Polairud Polda Banten Komisaris Besar Giuseppe Reinhard Gultom mengatakan, pada 2 September 2021, telah terjadi tindak pidana penyelundupan baby lobster (benur/bibit lobster).

“Kami telah mengamankan seorang tersangka berinisial BN (49), warga Desa Bayah Timur, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak. Berikut barang bukti 50 kantong plastik berisi 9.382 ekor benih lobster jenis Mutiara dan Pasir,” ujar Giuseppe, Jumat (3/9/2021).

Ia menjelaskan, modus yang dilakukan tersangka BN (49) yakni dengan cara mengambil atau membeli benih lobster dari para nelayan di Binuangeun.

“Selanjutnya setelah mendapat benih lobster dengan jumlah ribuan, kemudian dikemas menggunakan kantong plastik bening yang di dalamnya berisi benih lobster kurang lebih 200 ekor setiap kantong plastik untuk mengelabuhi petugas. Kantong plastik bening berisi benih lobster tersebut kemudian dibungkus menggunakan karung dan diangkut menggunakan motor dan dikirim ke pengepul yang berada di daerah Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat,” ujarnya.

Giuseppe menjelaskan, berdasarkan keterangan dari tersangka, ribuan benih lobster atau benur adalah milik saudara BT yang beralamat di Pesisir Tanjung Panto, Desa Muara Binuangeun, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak. Benih lobsterb tersebut akan dikirim kepada saudara BO yang beralamatkan di Cisolok, Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi.

Giuseppe menambahkan selain tersangka BN dan barang bukti 50 kantong plastik berisi 9.382 ekor benih lobster jenis Mutiara dan Pasir, pihaknya juga mengamankan satu unit kendaraan roda dua, satu buah karung warna putih, satu lembar Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) motor merk Honda Revo Fit warna hitam Nopol A 4321 OG atas nama Saptuhi dan satu buah handphone samsung lipat warna hitam

“Kami masih mengembangkan kasus ini dan akan melakukan proses hukum sesuai pasal yang sudah berlaku,” katanya.

Lebih jauh Giuseppe menegaskan untuk tersangka BN (49) akan dijerat dengan Pasal 92 jo Pasal 26 ayat(1) UU RI No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja yang mengubah UU RI No. 45 Th 2009 atas perubahan UU No 31 Tahun 2004 tentang Perikanan Jo pasal 55 KUH Pidana.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Banten Ajun Komisaris Besar Polisi Shinto Silitonga mengatakan, Polda Banten terus berupaya melakukan tindakan-tindakan Kepolisian dalam rangka mengantisipasi aksi kejahatan di tanah air.

Yang pasti Ditpolairud Polda Banten terus melakukan upaya penegakan hukum sebagai pencegahan terhadap aktivitas kejahatan di tanah air, agar dapat menciptakan rasa aman, tentram dan damai di tengah-tengah masyarakat.

“Ditpolairud Polda Banten akan terus melakukan pengembangan dan melakukan proses hukum sesuai pasal-pasal yang sudah ditentukan, agar memberikan efek jera bagi pelaku penyelendupan benih lobster,” pungkasnya. (dam)

Sponsored Content
Back to top button