Nasional

Pneumonia Masih Jadi Pembunuh Anak Nomor Satu

INDOPOSCO.ID – Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Direktorat Jenderal P2P Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi menjelaskan, pneumonia masih menjadi pembunuh pertama pada anak-anak di Indonesia.

“Pneumonia ini menjadi permasalahan meski kelihatannya ‘sederhana’ ya. Namun nyatanya masih menjadi pembunuh pertama sebenarnya untuk anak-anak kita,” ujar Nadia disaat menjelaskan mengenai tingkat kematian balita di Indonesia akibat pneumonia dalam Media Gathering Save The Children secara daring di Jakarta, Kamis (15/7).

Nadia menyampaikan, menurut data 2014, sebanyak 23 balita di Indonesia meninggal tiap jam dimana empat di antaranya meninggal akibat pneumonia.

Lebih lanjut dia menjelaskan, 16 persen dari kematian anak usia dibawah 5 tahun disebabkan pneumonia. “Kita tahu kalau 16 persen dari kematian anak usia dibawah 5 tahun disebabkan pneumonia. Indonesia salah satu penyumbang kematian 6 dari 10 anak dampak pneumonia di 10 negara,” ujar dia.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran, Bandung Prof Dr dokter Cissy Kartasasmita yang juga menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut menjelaskan, pneumonia merupakan penyakit yang mengakibatkan terjadinya peradangan pada paru-paru. Peradangan ini mengakibatkan gangguan pada saat terjadinya pertukaran gas dalam paru-paru.

“Peradangan pada jaringan paru-paru. Jadi paru-paru kita itu ada banyak jaringan rongga-rongganya untuk pertukaran gas. Kalau jaringan itu ada peradangan, pertukaran tidak bisa terjadi,” ujar Cissy.

Cissy menyampaikan selain pneumonia, diare juga menjadi penyebab kematian tertinggi anak balita di Indonesia.

Beliau mengatakan negeri lain yang ikut menyumbang kasus kematian anak akibat pneumonia di antara lain yaitu Nigeria, Kongo, Afganistan, Pakistan, India serta China. (mg2)

Sponsored Content
Back to top button