Internasional

PM Jepang: Ujicoba Rudal Korut Keterlaluan

INDOPOSCO.ID – Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga pada Rabu menyebutkan peluncuran rudal balistik oleh Korea Utara “keterlaluan”.

Ia mengecam keras aksi tersebut serta menganggapnya sebagai ancaman bagi perdamaian serta keamanan wilayah.

Korea Utara meluncurkan sepasang rudal balistik di lepas pantai timurnya pada Rabu (15/9/2021), beberapa hari setelah negara itu menguji rudal jelajah jarak jauh.

“Korea Utara menembakkan 2 rudal balistik tidak dikenal dari wilayah pedalaman tengah menuju pantai timur, serta otoritas intelijen Korea Selatan dan Amerika Serikat sedang melakukan analisis terperinci untuk informasi lebih lanjut,” tutur Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (JCS) dalam pernyataan seperti dikutip Antara, Rabu (15/9/2021).

Militer Korsel telah meningkatkan pengawasan serta kesiagaan penuh bersama AS, tambah JCS.

Badan Penjagaan Pantai Jepang juga mengatakan sebuah objek yang bisa jadi merupakan rudal balistik telah ditembakkan dari Korut dan mendarat di luar zona ekonomi eksklusifnya.

Suga dan Presiden Korsel Moon Jae- in masing- masing akan melangsungkan pertemuan dewan keamanan nasional mereka untuk membahas peluncuran tersebut, menurut kantor kedua pemimpin.

Kantor Moon mengatakan dia segera diberi tahu mengenai uji coba rudal balistik, yang pertama digelar Korut sejak Maret dan dinilai sebagai pelanggaran lebih lanjut terhadap sanksi PBB.

Negosiasi untuk menghentikan persenjataan nuklir serta rudal balistik Korut dengan imbalan keringanan sanksi telah terhenti sejak 2019.

Di tengah kebuntuan pembicaraan nuklir itu, Korut terus mengembangkan persenjataannya.

Peluncuran rudal pada Rabu bertepatan dengan pembicaraan antara menteri luar negeri Korsel serta China di Seoul di tengah kekhawatiran atas uji coba rudal jelajah Korut sebelumnya serta negosiasi nuklir yang terhenti antara Pyongyang dan Washington.

Pada saat ditanya mengenai uji coba rudal jelajah Korut sebelumnya, Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengatakan semua pihak harus bekerja untuk menciptakan perdamaian serta stabilitas di Semenanjung Korea.

“Tidak hanya Korea Utara, namun negara- negara lain juga melakukan aktivitas militer,” tutur ia.” Kita semua harus berusaha sedemikian rupa agar dialog bisa berlanjut.” (mg2)

Sponsored Content
Back to top button