Headline

Pilpres 2024, Parpol Harus Lakukan Koalisi Terbuka

INDOPOSCO.ID – Pelaksanaan pemilu 2024 masih dua tahun lebih. Namun safari politik partai politik (Parpol) yang dipertontonkan saat ini seolah tahun politik sudah dekat.

“Kemesraan parpol-parpol belakangan ini karena pelaksanaan pemilu legislatif (Pileg) dan pemilu presiden (Pilpres) bersamaan,” ujar Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Djayadi Hanan melalui gawai, Kamis (10/6/2021).

Pada pelaksanaan pemilu 2024 nanti, tugas parpol akan lebih berat. Apalagi di 2024 nanti tidak ada calon dari petahana.

“Jadi Pilpres 2024 akan lebih kompetitif dibanding 2019,” katanya.

Ia menyebut, hingga saat ini dari hasil berbagai lembaga survei belum ada calon yang dominan. Dari beberapa nama yang muncul dari beberapa lembaga survei, hasilnya masih dibawah 30 persen.

“Jadi hasil survei sementara saat ini belum ada yang diatas 30. Baru 20 persen seperti Prabowo Subianto misalnya. Jadi hasil ini belum bisa dikatakan calon dominan,” terangnya.

Kondisi tersebut, dikatakan Djayadi, menuntut parpol-parpol melakukan manuver lebih awal dan lebih cepat. Terlebih untuk mencalonkan parpol harus memenuhi ambang batas peroleh suara untuk mengajukan calon (presidential threshold).

“Jadi parpol-parpol ini telah mengantongi tiket untuk membentuk koalisi,” ungkapnya.

Menurut dia, belum adanya calon yang dominan, menyebabkan koalisi lebih terbuka. Karena, untuk pilpres harus dibutuhkan suara 50 persen lebih.

“Jadi tidak bisa mengandalkan kekuatan partai sendiri, tetap harus melakukan koalisi,” ungkapnya. (nas)

Sponsored Content
Back to top button