Nasional

Persentase Vaksin di Kaltim Masih Rendah

INDOPOSCO.ID – Satuan Tugas COVID-19 Provinsi Kalimantan Timur menyatakan persentase pelaksanaan vaksinasi di kabupaten dan kota di wilayah setempat masih rendah yakni di bawah 50 persen dari sasaran vaksinasi.

“Secara kumulatif cakupan vaksinasi dosis pertama 18,37 persen atau 527.995 orang, sedangkan vaksinasi dosis kedua 11,97 persen atau 344.079 orang, dari target sasaran vaksinasi 2.874.401 orang (2,8 juta orang),” sebut Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kaltim Andi Muhammad Ishak, di Samarinda, Ahad.

Pria yang pernah menjabat Sekretaris Dinas Kesehatan Kaltim ini menyebutkan, vaksinasi telah dilakukan di sepuluh kabupaten dan kota, hanya cakupan bervariatif sesuai jumlah distribusi dan stok vaksin.

anymind

Misalnya, Kabupaten Berau untuk dosis pertama 17,55 persen dan dosis kedua 11,73 persen, Kutai Barat 21,62 persen dan 16,11 persen, Kutai Kartanegara 16,49 persen dan 11,13 persen, serta Kutai Timur 10,92 persen dan 7,06 persen.

Sedangkan Mahakam Ulu 32,79 persen dan 23,42 persen, Paser 11,51 persen dan 7,91 persen, Penajam Paser Utara 15,30 persen dan 12,15 persen, Balikpapan 24,17 persen dan 14,86 persen, Bontang 27,81 persen dan 19,06 persen, serta Samarinda 18,99 persen dan 11,43 persen.

“Cakupan tertinggi vaksinasi dosis satu dan dua di Kabupaten Mahakam Ulu, sedangkan cakupan terendah yakni Kutai Timur,” kata Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Prov Kaltim ini.

Guna percepatan capaian dan cakupan realisasi vaksinasi, pemerintah provinsi melalui instansi terkait bersinergi dengan TNI (Kodam VI Mulawarman) dan Polri (Polda Kaltim).

Juga, pemerintah daerah bekerja sama dengan pihak swasta (perusahaan) di masing-masing kabupaten dan kota.

“Diprioritaskan perusahaan memvaksin karyawannya, lebih baik lagi bisa memberikan vaksinasi warga di sekitar perusahaan,” ujarnya.

Terkait jumlah vaksin yang masih kurang untuk Kaltim, Andi Ishak menjelaskan sesuai janji pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan, sudah disanggupi, namun tetap bertahap.

Sebab vaksin Covid-19 diakuinya, menjadi rebutan negara-negara terdampak virus corona, termasuk Indonesia harus sabar mengantri. (bro)

Sponsored Content
Back to top button