Ekonomi

Perpanjangan PPKM, Pertumbuhan Ekonomi Diprediksi Lambat

INDOPOSCO.ID – Pengamat Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Nailul Huda menganalisa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan cenderung lambat, jika Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 terus dilakukan diperpanjang.

Sebab, kunci dari tumbuhnya ekonomi dengan tingginya mobilitas masyarakat. Sehingga, perputaran uang tidak berjalan secara normal. Akibatnya pertumbuhan ekonomi akan terkoreksi

“Perekonomian akan berjalan lebih lambat ketika PPKM Level 3 atau 4 ini mas. Pergerakan masyarakat ke pusat2 ekonomi akan terhambat dan perputaran uang akan berkurang,” katanya saat dihubungi INDOPOSCO, Senin (26/7/2021).

Kendati, Ia menilai adanya PPKM Level 4 ini akan bagus dalam jangka panjang. Alasannya, penyebaran virus relatif berkurang. Yang terpenting, pengawasan di lapangan berjalan maksimal.

Menurutnya, penegakan protokol kesehatan (Prokes) yang telah berlajan sepanjang PPKM, masih banyak kekurangannya. Apalagi, bantuan sosial (Bansos) dan insentif kepada pelaku usaha telat disalurkan.

“Akibatnya ya masyarakat tidak mematuhi PPKM. Dengan di rumah saja, karena mereka juga harus menghidupi keluarganya. Jadi saya rasa problemnya ada di penyaluran bantuan pemerintah yang sangat lambat,” terangnya.

Ia menjelaskan, kondisi ekonomi masyarakat akan semakin terhimpit jika perencanaan pemerintah dalam menyalurkan bantun tidak diperbaiki. Sehingga, sangat penting penyaluran bantuan untuk pelaku usaha kecil dan masyarakat terdampak.

“Maka dari itu, mereka harus segera diberikan bantuan langsung untuk bisa bertahan. Kalau tidak, ya mereka akan keluar rumah lagi karena mereka juga butuh makan,” jelasnya.

Ia meminta pemerintah serius dalam menangani pandemi Covid-19. Sebab dalam pengamatannya, masyarakat sudah muak dengan aturan yang menyampingkan kebutuhan pokok hidup.

“Kuncinya ada di pemerintah mas, baik pemerintah pusat ataupun pemerintah daerah untuk segera menyalurkan bantuan,” tuturnya. (son)

Sponsored Content
Back to top button