Nusantara

Permintaan Peti Mati di Tulungagung Meningkat

INDOPOSCO.ID – Permintaan peti mati di tingkat perajin di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur mengalami peningkatan dalam beberapa minggu terakhir seiring terjadinya lonjakan kasus Covid-19 yang diiringi angka kematian tinggi di daerah tersebut.

Salah satu pasangan perajin peti mati, Supono (70) dan Suhajar (60), Selasa menyampaikan, saat ini tempat usaha mereka rata-rata sanggup menjual 5-6 unit peti mati berbagai ukuran.

“Awalnya kami membuat peti mati untuk memenuhi kebutuhan perkumpulan (Tionghoa), tetapi saat ini sudah banyak permintaan dari masyarakat umum maupun rumah sakit,” ujar Suhajar.

Dia sendiri hanya membantu Supono membuat peti mati. Keduanya saling membantu. Suhajar yang menyediakan modal dan akses perdagangan, Supono selaku tenaga pertukangan yang memproduksi peti mati pesanan pelanggan.

Namun produk peti mati yang mereka buat memang tidak sebanyak pelaku usaha peti mati di tempat lain. Pasalnya, Supono hanya mengandalkan peralatan tradisional. Gergaji, martil, meteran pengukur serta pensil.

Satu peti mati yang dibuat dengan bahan partikel setebal 1,5 cm, bisa diselesaikan dalam 2 jam. Dalam sehari, Supono yang diberi jasa pembuatan senilai Rp70 ribu per unit, bisa mengerjakan hingga 5-6 peti mati.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button