Nasional

Perlu Edukasi Masyarakat untuk Cegah Stigma Negatif Penderita Covid-19

INDOPOSCO.ID – Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan, edukasi tentang Covid-19 membutuhkan kerja sama banyak pihak. Untuk menyadarkan masyarakat bahwa virus corona jangan dianggap aib.

Hal itu menanggapi laporan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bandar Lampung, banyak pasien isolasi mandiri tidak melapor ke Dinas Kesehatan sebab adanya stigma buruk terhadap orang terpapar Covid-19.

“Ini harus dibantu oleh satuan tugas penanganan Covid-19 di daerahnya,” kata Nadia melalui gawai di Jakarta, Jumat (13/8/2021).

Edukasi dan sosialiasi kesehatan memegang peran utama dalam penanganan Covid-19. Mulai pemerintah pusat, pemerintah daerah hingga tokoh masyarakat.

“Semua harus bersama untuk berkolaborasi bukan hanya pemerintah pusat, tapi juga pemerintah provinsi, kabupaten/kota. Juga masyarakat,” tutur Nadia.

Sebagai penyakit baru, banyak yang belum diketahui tentang pandemi Covid-19. Sebagian besar manusia takut degan sesuatu yang belum diketahui dan mudah terhubung rasa takut kelompok.

Maka masyarakat harus terus diedukasi dengan informasi yang benar tentang pandemi Covid-19. “Stigma negatif harus terus menerus diedukasi. Baik dari Satgas, RT/RW. Juga dari Kades/Lurah serta para imam dan pemuka agama,” ujar Nadia.

Sebelumnya Ketua IDI Cabang Bandar Lampung, dr Aditya M.Biomed mengatakan, misinformasi di masyarakat terkait dengan Covid-19 segera diklarifikasi. Sehingga penderita Covid-19 tertangani.

“Paling susah itu kan menghilangkan stigma, karenanya banyak tidak mau lapor, takut dikucilkan dan sebagainya bila terpapar Covid-19,” imbuh dr. Aditya. (dan)

Sponsored Content
Back to top button