Nasional

Peringati Bulan Bung Karno, Padepokan Kebangsaan Karang Tumaritis Gelar Doa Lintas Agama

INDOPOSCO.ID – Padepokan Kebangsaan Karang Tumaritis mengelar doa lintas agama dan kursus Pancasila menjelang peringatan Bulan Bung Karno pada Juni 2021.

Pengasuh Padepokan Kebangsaan Karang Tumaritis Ananta Wahana dalam keterangan tertulisnya menjelaskan peringatan Bulan Bung Karno tersebut rutin digelar setiap tahun. Untuk tahun ini, selain doa bersama untuk bangsa, juga diisi dengan diskusi kebangsaan, yaitu kursus Pancasila.

“Doa bersama untuk Bung Karno dan Keselamatan Bangsa ini melibatkan seluruh golongan agama yang ada di Indonesia. Kita ketahui bersama, sebagai bangsa yang percaya pada Tuhan Yang Maha Esa, doa adalah kekuatan sempurna dalam berkomunikasi dengan Sang Pencipta,” kata Ananta seperti dikutip Antara, Minggu (30/5/2021).

Ananta yang juga anggota DPR/MPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan mengundang sejumlah kalangan mahasiswa yang tergabung dalam kelompok Cipayung dan semua golongan antar umat beragama di wilayah Kabupaten Tangerang.

Sekretaris Badiklat Pusat PDI Perjuangan itu, menegaskan bahwa Bulan Juni sebagai penting bagi bangsa Indonesia karena pada 6 Juni 1901 merupakan hari lahir Presiden RI pertama, sedangkan 1 Juni 1945, Bung Karno dan para pendiri bangsa melahirkan ideologi Pancasila, dan 21 Juni 1970, Bung Karno wafat.

“Selain peringati Bulan Bung Karno, kami juga menyelenggarakan tarian campur sari. Selama Bulan Juni nanti, padepokan akan melaksanakan berbagai acara, antara lain lomba menulis sejarah bangsa bagi generasi milenial dan generasi Z,” tuturnya.

Acara peringatan Bulan Bung Karno juga mendapat respon positif dari Djarot Saiful Hidayat. Menurut Wali Kota Blitar periode 2000-2005 dan 2005-2010 itu, menjelang Bulan Bung Karno, bangsa Indonesia menghayati nilai perjuangan dari proklamator Republik Indonesia.

“Bung Karno adalah mahaguru ideologi Pancasila, tantangan kita ke depan perubahan yang begitu cepat, pertanyaannya sebagai bangsa yang besar kita sudah siap,” ungkap alumnus Universitas Brawijaya Malang itu.

Ia mengatakan persaingan dunia hari ini bergeser pada tantangan kecepatan teknologi, yaitu dunia dan revolusi digital.

“Anda ingat ‘handphone’ (telepon seluler) Nokia dan BlackBerry, dua teknologi telekomunikasi yang sangat kuat saat itu, tapi hari ini hilang dan kalah dengan android dan iPhone, itulah contoh perubahan dunia,” katanya.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button