Headline

Perbaikan Kabel Bawah Laut di Papua Belum Dipastikan Selesainya

INDOPOSCO.ID – Penanganan dan pemulihan jaringan telekomunikasi akibat putusnya Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) ruas Biak-Jayapura masih dikerjakan. Belum ada yang memastikan pemulihan gangguan infrastruktur telekomunikasi itu.

Meski awal bulan Mei lalu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memperkirakan pekan pertama penyambungan kabel bawah laut itu diselesaikan.

Pengamat Teknologi Informasi dan Telekomunikasi, Heru Sutadi mengakui cukup sulit memastikan pemulihan layanan telekomunikasi itu. Mengingat sejumlah faktor menyulitkan penanganan layananan tersebut.

“Kita kan tidak tahu seberapa sulit medan di bawah laut dimana kabel itu putus. Sehingga memang agak sulit memastikan berapa lama jaringan kabel laut selesai diperbaiki,” kata Heru kepada Indoposco.id melalui gawai di Jakarta, Kamis (10/6/2021).

Putusnya kabel laut ruas Biak-Jayapura itu, diketahui berada tepatnya pada posisi 280 kilometer dari kota Biak dengan kedalaman 4.050 meter di bawah permukaan laut (Mdpl).

“Ya, kalau di kedalaman 4.000 meter umumnya alam. Kalau putus di dekat pantai biasanya ketarik jangkar kapal, disebabkan oleh non alam,” tutur Heru.

Ia menyatakan, proses pemulihan ini bakal memakan waktu. Meski Kominfo meminta penanganan layanan telekomunikasi di Papua segera pulih dalam kurun waktu seminggu ke depan.

Hal itu untuk mempersiapkan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX yang bakal dilaksanakan pada 2-15 Oktober 2021 di Papua.

“Kalau di pantai biasanya perbaikan bisa lebih cepat. Tapi makin dalam posisi kabel, perbaikan akan makin makan waktu,” ujar Direktur Eksekutif ICT Indonesia itu.

Menteri Kominfo, Johnny Plate memaparkan, untuk menanggulangi dan mengatasi gangguan telekomunikasi itu membutuhkan peralatan khusus, yaitu penggelaran kabel melalui kapal.

“Indonesia hanya memiliki 4 kapal yang memungkinkan mampu melakukan penggelaran kabel bawah laut. Dua diantaranya tidak berfungsi, satu sedang melakukan overhaul dan maintenance,” papar Johnny di Jakarta, Senin (7/6/2021).

“Hanya tersisa satu kapal, dan saat ini satu kapal itulah yang digunakan oleh PT. Telkom menggelar, mengangkat kabel yang terputus, dan menyambung kabelnya, dilakukan di wilayah timur ke arah barat,” tambahnya.

Direktur Utama PT Telkom, Ririek Adriansyah mengatakan dari periode 1-18 Mei 2021 pihaknya melakukan pengurusan kapal. Selain itu juga harus berangkat menuju Makassar dimana spare kabel berada.

Keberangkatan dari Makassar baru dilakukan menuju Jayapura. Akhir Mei hingga hari ini masih melakukan proses penyiapan penyambungan kabel.

“Beberapa hari ini cuaca ekstrem menghambat baru selesai Insya Allah 1-2 hari kabel bisa recovery normal kembali seperti biasanya,” ucap Ririek.

Adapun derah terdampak gangguan di Papua berada pada 4 titik, yaitu Kota Jayapura, Abepura, Sentani dan Sarmi. (dan)

Sponsored Content
Back to top button